Neta Bangkrut? Nasib Konsumen Indonesia di Ujung Tanduk!

Neta Bangkrut? Nasib Konsumen Indonesia di Ujung Tanduk!

wartakini.id – Di tengah euforia mobil listrik, kabar mengejutkan datang dari Neta Auto. Raksasa otomotif asal China ini dikabarkan berada di ambang kebangkrutan. Karyawannya bahkan sampai menyerbu kantor pusat menuntut pembayaran gaji yang tertunggak. Ironisnya, Neta justru merilis pernyataan resmi yang menyatakan operasional di luar negeri, termasuk Indonesia, aman. Benarkah demikian? Konsumen di Indonesia pun dibuat bertanya-tanya, haruskah mereka khawatir?

Badai sempurna menerjang Neta. Laporan media menyebutkan perusahaan akan mengajukan reorganisasi kebangkrutan pada 12 Juni 2025. Kondisi keuangan mereka memang kritis. Arus kas macet akibat tumpukan hutang yang fantastis, termasuk utang sebesar 5,31 juta yuan (sekitar Rp 11,6 miliar) kepada Shanghai Yuxing Advertising Co., Ltd. yang berujung pada gugatan pailit. Lebih memprihatinkan lagi, gaji karyawan belum dibayarkan sejak November tahun lalu. Situasi semakin runyam setelah pengadilan membekukan aset perusahaan afiliasi Neta, yang hanya menyisakan dana kurang dari 500 yuan (sekitar Rp 1,1 juta). Angka tersebut menggambarkan betapa kritisnya krisis likuiditas yang mereka hadapi.

Neta Bangkrut? Nasib Konsumen Indonesia di Ujung Tanduk!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Pernyataan resmi Neta yang menyatakan operasional di Indonesia tak terdampak menimbulkan pertanyaan besar. Apakah janji tersebut bisa dipercaya? Di tengah situasi keuangan yang kacau di China, apakah layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang untuk konsumen di Indonesia akan tetap terjamin? Kejelasan dari Neta Indonesia sangat dibutuhkan untuk meredakan kekhawatiran konsumen. Kepercayaan konsumen menjadi taruhannya. Apakah ini menjadi alarm bagi industri otomotif listrik di Indonesia? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar