Pletak Bikin EV Baru Rusak Total

Author Image

Masih Lionel

20 Agustus 2026, 21:06 WIB

wartakini.id – Sebuah bunyi "pletak" misterius di jalanan menuju Semarang membuka tabir kerentanan jantung elektrik kendaraan modern. Kisah pilu ini dialami Theodorus Herutomo atau Theo, pemilik Jaecoo J5 EV yang baru saja mengaspal. Belum genap tiga minggu menikmati mobil barunya, Theo harus berhadapan dengan tagihan fantastis yang sukses merenggut ketenangannya: Rp195,5 juta.

Semua bermula dari suara kecil namun berdampak besar. Saat Theo melaju di perjalanan, tiba-tiba terdengar bunyi "pletak" dari kolong mobilnya. Tak lama berselang, sebuah indikator kura-kura hijau muncul di panel instrumen, pertanda bahaya. Seketika itu pula, kecepatan mobilnya terpangkas drastis, hanya mampu melaju 30 kilometer per jam.

Pletak Bikin EV Baru Rusak Total
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Panik, Theo segera menghubungi layanan pelanggan. Ia disarankan untuk mematikan mesin selama 30 hingga 60 menit. Setelah menunggu sekitar 40 menit, mobilnya kembali normal dan perjalanan pun dilanjutkan. Namun, ketenangan itu hanya sesaat.

Keesokan harinya, saat mobil dinyalakan kembali di Semarang, simbol kura-kura hijau itu kembali menyala. Tanpa buang waktu, Theo membawa Jaecoo J5 EV-nya ke bengkel resmi di Semarang. Di sanalah ia menerima kabar yang mengejutkan sekaligus membuat syok: "nepel" atau pipa pendingin baterai mobilnya patah.

Diagnosis ini membawa pada satu-satunya solusi yang ditawarkan: penggantian seluruh unit baterai atau battery pack. Dan di sinilah angka Rp195,5 juta itu muncul, sebagai estimasi biaya yang harus ditanggung. Ironisnya, insiden ini terjadi pada mobil listrik yang memiliki ground clearance cukup tinggi, sekitar 200 mm. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa bahkan dengan desain yang diklaim tangguh, ancaman dari jalanan Indonesia masih bisa menghantam keras, bahkan pada komponen sepenting dan semahal baterai kendaraan listrik.

Related Post