wartakini.id – PT PLN Energi Primer Indonesia PLN EPI kini gencar menggenjot pemanfaatan biomassa sebagai bagian vital diversifikasi energi nasional percepatan transisi energi melalui program co-firing PLTU. Fokus utama mereka adalah mengoptimalkan potensi biomassa domestik secara berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai ekonomi signifikan bagi masyarakat luas.
Baca Juga
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya biomassa melimpah yang belum sepenuhnya termanfaatkan. Tahun lalu penggunaan biomassa untuk kebutuhan PLN mencapai sekitar dua setengah juta ton. Tahun ini PLN EPI bertekad meningkatkan pemanfaatan hingga sekitar tiga juta empat ratus ribu ton. Hokkop menyatakan di Jakarta pada Kamis 10 September 2026 target tersebut akan tercapai untuk seluruh perusahaan mereka.

Menurut Hokkop ruang pengembangan biomassa di tanah air masih sangat luas. Data yang dikumpulkan PLN EPI bersama para pelaku industri menunjukkan potensi biomassa dari sektor industri mencapai sekitar delapan puluh juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut baru sekitar dua puluh juta ton yang telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sementara sebagian besar potensi lainnya masih menunggu untuk dikembangkan. Potensi besar ini membuka peluang biomassa memainkan peran lebih besar dalam bauran energi nasional. PLN sendiri telah menggunakan sekitar dua setengah juta ton biomassa untuk mendukung program co-firing PLTU. Hokkop menegaskan meskipun hanya dua setengah juta ton untuk PLN kami adalah perusahaan terbesar di Asia yang mampu menggunakan biomassa untuk co-firing.
Hokkop juga menekankan bahwa peningkatan pemanfaatan biomassa harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan serta pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab penuh. Sekitar 70 persen biomassa yang digunakan PLN berasal dari residu termasuk sisa industri kehutanan industri kertas serta sektor agro. Pendekatan ini memastikan pemanfaatan biomassa tidak hanya berfungsi sebagai pengganti sebagian penggunaan batu bara di pembangkit tetapi juga meningkatkan nilai guna material yang sebelumnya hanya limbah industri. PLN EPI juga secara cermat mengevaluasi sumber biomassa menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment LCA. Evaluasi ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rantai pasok biomassa memenuhi prinsip keberlanjutan termasuk jaminan sumber biomassa tidak mendorong praktik deforestasi.
Kami sudah membuat kalkulasi menggunakan LCA kami memilih mitra dengan meminta mereka memenuhi semua data dari sumber biomassa kami anti deforestasi tegas Hokkop. Komitmen ini menunjukkan keseriusan PLN EPI dalam mewujudkan transisi energi bersih tanpa merusak lingkungan.





































