Rahasia UMKM Melejit Berkat Kredit Perumahan

Author Image

Masih Lionel

12 September 2026, 16:23 WIB

wartakini.id – Sebuah gebrakan finansial besar-besaran telah digulirkan oleh BTN. Program Kredit Perumahan (KPP) mereka kini tercatat telah menyalurkan dana fantastis mencapai Rp7,4 triliun secara kumulatif. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bahkan melihat inisiatif ini sebagai kunci vital untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor perumahan agar bisa naik kelas dan bersaing lebih jauh.

Total pembiayaan tersebut terbagi menjadi dua skema utama yang strategis. Sebanyak Rp5,4 triliun dialokasikan untuk KPP Supply, sementara Rp2 triliun lainnya diperuntukkan bagi KPP Demand. Kedua skema ini dirancang untuk menargetkan dua sisi sekaligus ketersediaan hunian dan dukungan finansial bagi masyarakat produktif yang membutuhkan modal usaha.

Rahasia UMKM Melejit Berkat Kredit Perumahan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Helmy Afrisa Direktur Corporate Banking BTN menjelaskan bahwa KPP memiliki peran krusial karena jangkauan pembiayaannya mencakup ekosistem perumahan secara menyeluruh. "Melalui KPP Supply dan KPP Demand BTN berupaya membuka lebar pintu pembiayaan di seluruh rantai nilai perumahan. Kami berharap program ini tidak hanya memacu penyediaan tempat tinggal layak tetapi juga menggenjot kinerja pelaku usaha dan pada akhirnya memutar roda perekonomian masyarakat" ungkap Helmy dalam sebuah sosialisasi di Menara BTN Jakarta.

Pada sisi KPP Supply fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti pengembang kontraktor hingga pedagang material bangunan dengan plafon kredit mencapai Rp5 miliar. Sementara itu KPP Demand menawarkan pembiayaan hingga Rp500 juta khusus bagi UMKM perorangan. Dana ini bisa digunakan untuk membeli membangun atau merenovasi rumah yang nantinya akan menopang kegiatan usaha mereka.

Potensi pertumbuhan KPP masih sangat menjanjikan. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya saja BTN telah mencatat adanya 353 peminatan dengan total plafon mencapai Rp424,944 miliar. Angka ini terdiri dari 57 peminatan KPP Supply senilai Rp288,970 miliar dan 296 peminatan KPP Demand senilai Rp135,974 miliar menunjukkan antusiasme yang tinggi dari berbagai kalangan.

Related Post