wartakini.id – Geger! Strategi penjualan Xiaomi untuk mobil listriknya, SU7, menuai kontroversi. Sejumlah konsumen di Tiongkok mengungkapkan amarah mereka di media sosial karena diminta melunasi sisa pembayaran jauh sebelum jadwal pengiriman yang dijanjikan. Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan resmi Xiaomi sebelumnya yang menjamin pembayaran akhir dilakukan setelah konsumen memeriksa kendaraannya.

Related Post
Laporan dari portal teknologi dan otomotif Tiongkok, Sina Tech dan Auto Sohu, mengungkap praktik penjualan yang tak lazim. Para sales Xiaomi menginformasikan konsumen yang telah membayar uang muka bahwa produksi mobil mereka "ditunda," dan jadwal pengiriman awal dibatalkan. Syaratnya? Pelanggan harus melunasi sisa pembayaran dalam waktu 30 hari.

Yang lebih mengejutkan, beberapa konsumen mengaku mobil mereka masih membutuhkan waktu 22-25 minggu untuk rampung, namun sudah mendapat desakan pembayaran dengan ancaman: gagal membayar, pesanan dibatalkan dan uang muka 5.000 yuan (sekitar Rp 10,5 juta) hangus.
Ketika dikonfirmasi oleh Sina Tech, Xiaomi memilih bungkam. Keheningan ini semakin memicu kecurigaan dan kemarahan konsumen yang merasa ditipu. Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan etika bisnis Xiaomi di sektor otomotif. Apakah ini strategi penjualan agresif atau sebuah kesalahan fatal yang dapat merusak reputasi perusahaan? Publik menanti penjelasan resmi dari Xiaomi.









Tinggalkan komentar