wartakini.id – Pabrikan sepeda motor asal Austria, KTM, kini menghadapi tuduhan serius terkait praktik penipuan pendaftaran kendaraan. Perusahaan ini diduga sengaja membatasi daya keluaran model sepeda motor off-road mereka untuk memenuhi syarat legalitas dan pengoperasian di jalan raya umum. Investigasi mendalam oleh sejumlah media Eropa mengungkap modus operandi curang yang berpotensi merusak reputasi raksasa otomotif ini.
Baca Juga
Menurut laporan investigasi yang diterbitkan oleh wartakini.id – , KTM diduga menjual kendaraan yang sejatinya dirancang untuk penggunaan off-road, namun mendaftarkannya sebagai kendaraan yang sah untuk jalan raya. Praktik ini melibatkan modifikasi teknis sementara pada sepeda motor. Sebagai ilustrasi, model KTM 350 EXC-F, yang standar memiliki mesin silinder tunggal 350cc dengan daya puncak 51 tenaga kuda dan dirancang khusus untuk lintasan balap dan kompetisi, menjadi sorotan utama.

Para dealer KTM, berdasarkan temuan investigasi, akan membatasi output daya motor ini hingga hanya 15 tenaga kuda agar memenuhi ambang batas persyaratan pendaftaran sebagai kendaraan biasa. Namun, setelah motor diserahkan kepada pelanggan, pembatasan daya tersebut akan "dibuka kembali" ke kapasitas aslinya, yakni 51 tenaga kuda. Praktik ini memungkinkan konsumen mengoperasikan sepeda motor off-road bertenaga tinggi di jalan umum, padahal kendaraan tersebut tidak memenuhi standar emisi atau keselamatan yang ditetapkan untuk penggunaan jalan raya.
Skandal ini terkuak berkat kerja keras tim jurnalis dari 10 surat kabar besar Eropa, termasuk media terkemuka seperti Spiegel dan Manager Magazine. Mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan menyamar sebagai calon pembeli KTM untuk mengumpulkan bukti-bukti. Temuan mereka secara konsisten menunjukkan pola praktik yang sama di berbagai dealer, mengindikasikan adanya kebijakan terstruktur dari pabrikan.
Tuduhan ini datang pada saat KTM baru saja berhasil melewati ancaman pembubaran permanen pada akhir tahun 2024, menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi serangkaian tantangan serius. Jika terbukti bersalah, praktik curang ini dapat membawa konsekuensi hukum yang berat serta pukulan telak bagi citra merek KTM di mata konsumen global. Publik kini menanti tanggapan resmi dari KTM terkait tuduhan serius yang telah mencoreng nama baik mereka.




