wartakini.id – Sebuah pengujian ekstrem membuktikan keunggulan kendaraan hybrid BYD M6 berteknologi Dual Mode DM yang mampu mencetak efisiensi bahan bakar luar biasa di atas 92 kilometer per liter. Dari jalan bebas hambatan Semarang hingga menaklukkan tanjakan menantang di kaki Gunung Merbabu kendaraan ini unjuk gigi maksimal menunjukkan performa yang tak hanya andal di jalur datar namun juga perkasa di medan menanjak.
Baca Juga
Setelah sukses menaklukkan medan datar ibu kota Jakarta dan tanjakan ekstrem di Sumatera Utara Medan kali ini BYD menantang M6 DM dalam uji coba multikondisi. Rute yang dipilih dari pusat Kota Semarang menuju kaki Gunung Merbabu dirancang untuk merepresentasikan tantangan perjalanan antarkota di Jawa Tengah yang sesungguhnya.

Rute pengujian ini melintasi Semarang menuju Salatiga kemudian berputar melalui Bawen sebelum kembali ke titik awal di Semarang. Perpaduan jalan tol dan medan menanjak-menurun dengan karakter sedang menuju kawasan kaki Gunung Merbabu menjadi skenario sempurna untuk menguji ketangguhan sistem DM. Ini berbeda dari pengujian sebelumnya yang fokus pada satu karakter jalan semata.
Menurut Luther Panjaitan Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia kondisi geografis Semarang sangat ideal untuk menguji kemampuan sistem DM dalam kondisi nyata. "Melalui rute ini kami ingin menunjukkan bagaimana teknologi DM cerdas beradaptasi terhadap berbagai kondisi perjalanan" ujarnya.
Pengalaman berkendara di ruas perkotaan Semarang terasa sunyi dengan akselerasi responsif khas kendaraan elektrik. Namun saat memasuki jalur menuju Salatiga dan Merbabu dengan elevasi yang terus menanjak sistem Dual Mode secara otomatis mengintegrasikan kinerja motor listrik dan mesin bensin demi menjaga performa tetap prima. Transisi daya berlangsung begitu halus tanpa terasa hentakan memastikan kenyamanan dan tenaga optimal di setiap kondisi.
Hasil pengujian dari 11 unit yang berpartisipasi di rute Semarang sungguh mencengangkan. Kendaraan-kendaraan ini berhasil mencatatkan konsumsi bahan bakar di atas 92 kilometer per liter untuk menempuh rute sekitar 150 kilometer. Rata-rata penggunaan baterai dari seluruh unit tersebut berada di kisaran 137 hingga 145 kWh dengan rata-rata 141 kWh. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan dua kota uji sebelumnya menunjukkan intensitas kerja sistem DM yang optimal dalam menghadapi medan campuran.





































