wartakini.id – Pemerintah Indonesia tengah menginisiasi sebuah proyek raksasa untuk menyediakan hunian permanen bagi ribuan masyarakat yang terdampak musibah di wilayah Sumatera. Sebuah lahan seluas hampir 200 hektare telah disiapkan secara strategis demi mewujudkan tempat tinggal layak huni bagi para penyintas bencana.
Baca Juga
Inisiatif besar ini tersebar di tiga provinsi utama yaitu Aceh Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP Maruarar Sirait memastikan bahwa seluruh proses persiapan pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Targetnya konstruksi fisik akan mulai digarap pada bulan September 2026 mendatang.

Maruarar Sirait dalam keterangannya mengungkapkan bahwa tahapan tender proyek sudah berlangsung dan siap memasuki fase pembangunan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan lokasi lahan yang dipilih benar-benar aman dari potensi bencana di masa mendatang memiliki kepastian hukum yang kuat serta tidak jauh dari akses fasilitas umum. Hal ini krusial agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas normal dan membangun kehidupan baru dengan tenang.
Data dari Kementerian PKP menunjukkan bahwa di Provinsi Aceh telah dialokasikan 45 lokasi dengan total luas 15613 hektare yang mampu menampung hingga 6220 unit rumah. Sementara itu di Sumatera Utara empat lokasi seluas 2068 hektare disiapkan untuk 919 unit hunian. Tak ketinggalan di Sumatera Barat pemerintah menyediakan lima lokasi seluas 2140 hektare dengan kapasitas mencapai 813 unit rumah.
Penentuan lokasi pembangunan hunian tetap ini menjadi prioritas utama. Maruarar menegaskan setiap titik harus memenuhi kriteria keamanan dari ancaman bencana kepastian legalitas lahan dan kedekatan dengan berbagai fasilitas publik esensial seperti sekolah pasar rumah sakit dan pusat pelayanan masyarakat lainnya. Ini adalah komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi korban bencana.





































