wartakini.id – Raksasa otomotif asal Vietnam, VinFast, mulai menunjukkan taringnya di pasar kendaraan listrik Indonesia. Melalui pabrik raksasa yang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare di Subang, Jawa Barat, perusahaan ini siap menyasar pasar mobil setir kanan dengan ambisi besar guna memperkuat ekosistem industri lokal.
Baca Juga
Langkah strategis ini dilakukan dengan target penggunaan komponen dalam negeri atau TKDN yang sangat progresif. Meski pabrik ini dijadwalkan mulai beroperasi secara bertahap pada pertengahan Desember 2025, VinFast telah menyusun peta jalan penggunaan komponen lokal yang cukup menantang. Pada tahun 2026, penggunaan komponen lokal ditargetkan menyentuh angka 40 persen, kemudian naik menjadi 60 persen pada 2029, hingga akhirnya mencapai target ambisius sebesar 80 persen pada tahun 2030.

Fasilitas di Subang ini memegang peran krusial karena menjadi pabrik global keempat milik VinFast sekaligus menjadi basis produksi pertama mereka di Asia Tenggara di luar negara asal mereka, Vietnam. Untuk mendukung ambisi ini, VinFast telah mengucurkan investasi awal tahap pertama sebesar USD300 juta atau setara Rp5,37 triliun. Namun, angka tersebut hanyalah awal, sebab total komitmen investasi yang direncanakan bakal menembus angka fantastis lebih dari USD1 miliar atau sekitar Rp17,9 triliun.
Mengenai kapasitas produksi, pada tahap awal pabrik ini diproyeksikan mampu menghasilkan 50.000 unit kendaraan per tahun. Berbagai model menarik telah disiapkan untuk memanjakan konsumen Indonesia, mulai dari jenis city car seperti VF 3 dan VF 5, hingga lini SUV yang mencakup VF 6 dan VF 7. Tak hanya itu, VinFast juga akan menghadirkan kendaraan komersial Limo Green serta MPV VF 7 untuk memenuhi kebutuhan mobilitas yang lebih luas di tanah air.





































