wartakini.id – Ancaman fenomena cuaca El Nino kini tengah membayangi stabilitas ekonomi nasional. Bank Indonesia secara resmi meningkatkan status kewaspadaan menyusul potensi lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok yang dapat memicu tekanan inflasi di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan perhitungan mendalam mengenai risiko dampak cuaca ekstrem ini terhadap kondisi ekonomi. Jika fenomena El Nino ini terus berlanjut dalam jangka waktu lama, gangguan pada rantai pasokan diprediksi akan melanda sejumlah wilayah strategis.

Wilayah yang paling rentan terkena dampak gangguan pasokan meliputi area Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Selain itu, Bali, Nusa Tenggara, serta Sumatera juga masuk dalam daftar zona merah yang perlu diantisipasi.
Komoditas pangan yang diprediksi akan mengalami kenaikan harga cukup signifikan adalah beras yang disusul oleh cabai serta bawang merah. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena ketiga bahan pokok tersebut merupakan kebutuhan utama masyarakat luas.
Guna mengantisipasi gejolak harga dalam waktu dekat, Bank Indonesia telah menyiapkan strategi penanganan yang terintegrasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan pangan di tiap daerah tetap terjaga melalui penguatan kerja sama antardaerah.
Langkah konkret lainnya mencakup fasilitasi biaya distribusi agar alur logistik tetap lancar serta pelaksanaan operasi pasar dan gerakan pasar murah. Upaya ini bertujuan untuk mempercepat penyaluran pangan dari wilayah yang memiliki stok berlebih ke daerah yang sedang mengalami kekurangan pasokan.





































