Rp266 T Hangus! Honda Setop 3 Mobil Listrik, Ada Apa?

Rp266 T Hangus! Honda Setop 3 Mobil Listrik, Ada Apa?

wartakini.id – Keputusan mengejutkan datang dari raksasa otomotif Jepang, Honda. Perusahaan ini secara resmi membatalkan pengembangan dan peluncuran tiga model mobil listrik (EV) di Amerika Serikat, menyusul kerugian fantastis sebesar USD15,7 miliar, atau setara dengan Rp266,9 triliun. Langkah drastis ini menjadi indikasi kuat bahwa transisi menuju era kendaraan listrik tidak semulus yang dibayangkan, bahkan bagi pemain sekelas Honda.

Angka kerugian yang dicatat sebagai write-down bisnis kendaraan listrik ini bukan sekadar angka biasa; ia berpotensi menyeret Honda ke jurang kerugian tahunan pertama dalam hampir tujuh dekade sejarahnya. Tiga model yang menjadi korban pembatalan ini adalah Honda 0 Saloon, Honda 0 SUV, dan Acura RSX, yang sebelumnya digadang-gadang akan meramaikan pasar Amerika Utara mulai tahun 2026.

Rp266 T Hangus! Honda Setop 3 Mobil Listrik, Ada Apa?
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Akar permasalahan utama terletak pada kesenjangan antara ambisi elektrifikasi Honda dengan realitas permintaan pasar. Data menunjukkan, secara global, penjualan mobil listrik Honda hanya menyumbang 2,5% dari total 3,4 juta unit kendaraan yang terjual, atau sekitar 84.000 unit. Situasi serupa terjadi di Tiongkok, pasar otomotif terbesar di dunia, di mana Honda hanya mampu menjual 17.000 unit EV dari total 677.000 unit, juga di kisaran 2,5%.

Pembatalan ini bukan sekadar penyesuaian strategi, melainkan sebuah lonceng peringatan bagi seluruh industri otomotif. Ini menegaskan bahwa konsumen global, pada tingkat tertentu, masih enggan sepenuhnya beralih dari kendaraan bermesin konvensional. Tantangan infrastruktur, harga baterai, dan kekhawatiran akan jangkauan masih menjadi batu sandungan yang signifikan. Bagi Honda, keputusan ini menandai evaluasi ulang yang menyakitkan namun realistis terhadap peta jalan elektrifikasi mereka, menunjukkan bahwa bahkan investasi triliunan rupiah pun tak menjamin kesuksesan jika pasar belum sepenuhnya merespons.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar