wartakini.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika kontras sepanjang periode 8 hingga 12 Juni 2026. Saat Indeks Harga Saham Gabungan IHSG melonjak perkasa 738 persen menembus level 6007656 sejumlah emiten justru harus menelan pil pahit. Mereka terjerembap dalam daftar saham dengan koreksi harga paling dalam atau yang dikenal sebagai top losers.
Baca Juga
Dari deretan emiten yang paling terpukul PT Dua Putra Utama Makmur Tbk DPUM menduduki posisi teratas sebagai saham paling merana. Harga sahamnya terjun bebas hingga 3409 persen. Bayangkan saja dari semula Rp176 per lembar saham nilai DPUM anjlok drastis menjadi hanya Rp116. Penurunan signifikan ini tentu membuat investor pemegang saham DPUM gigit jari.

Tak hanya DPUM PT Roda Vivatex Tbk RDTX juga tak luput dari tekanan jual yang masif. Saham RDTX terkoreksi 1398 persen dalam sepekan. Nilainya merosot dari Rp16625 menjadi Rp14300 per saham. Meskipun penurunannya tidak separah DPUM RDTX tetap menjadi salah satu dari sepuluh saham yang paling banyak kehilangan nilai di bursa.
Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia BEI yang dirilis pada Sabtu 13 Juni 2026 performa kontras antara IHSG yang berpesta dan deretan saham ini yang merana menjadi sorotan utama. Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah euforia pasar yang positif tidak semua saham mampu mempertahankan nilainya bahkan ada yang harus menghadapi badai kerugian. Investor pun dituntut lebih cermat dalam memilih instrumen investasi mereka.





































