wartakini.id – Mobil listrik premium Lepas E4 EV telah memukau publik dengan spesifikasi canggihnya namun satu hal masih menjadi misteri besar harga jualnya belum juga diumumkan secara resmi. Bukan karena unitnya belum siap melainkan ada satu variabel krusial yang terus bergerak dinamis dan menjadi biang keladi penundaan ini.
Baca Juga
Gejolak nilai tukar mata uang khususnya Renminbi atau Yuan China menjadi penentu utama di balik belum terkuaknya banderol mobil listrik bertenaga 215 hp ini. Sebagai produsen yang sangat bergantung pada rantai pasok dari Tiongkok pergerakan kurs Yuan secara langsung memengaruhi biaya pengadaan komponen hingga unit kendaraan utuh. Temmy Wiradjaja Vice Country Director Lepas Indonesia secara lugas menyatakan bahwa pihaknya lebih mengacu pada pergerakan Yuan. "Dari tahun kemarin dibandingkan tahun ini ada fluktuasi itu juga salah satu faktor juga dalam menentukan harga" ujarnya.

Dampak domino dari fluktuasi ini tidak hanya berhenti pada biaya produksi semata namun juga merembet ke sektor logistik dan pengiriman internasional. Setiap pergeseran nilai tukar Yuan yang saat ini berada di kisaran Rp2.553 per Yuan dapat mengubah perhitungan akhir secara signifikan. Meskipun dolar AS juga menjadi perhatian dengan kisaran Rp17.900 per USD fokus utama tetap pada mata uang Negeri Tirai Bambu tersebut.
Meski teka-teki harga masih menyelimuti konsumen tak perlu khawatir akan performa Lepas E4 EV. Spesifikasi teknis mobil listrik ini sudah final dan siap memanjakan penggunanya. Dengan tenaga 215 hp baterai berkapasitas 65 kWh mobil ini diklaim mampu menempuh jarak impresif hingga 500 kilometer dalam sekali pengisian daya. Penantian harga resmi ini tentu semakin menambah rasa penasaran para calon pemilik mobil listrik di Indonesia.





































