IHSG Melambung Tinggi Investor Auto Senyum

Author Image

Masih Lionel

21 Juli 2026, 10:02 WIB

wartakini.id – Kabar gembira menyelimuti lantai bursa pagi ini Selasa 21 Juli 2026 Indeks Harga Saham Gabungan IHSG langsung tancap gas membuka perdagangan dengan lonjakan signifikan Melambung 4179 poin atau setara 067 persen IHSG kini bertengger gagah di posisi 627357 membuat para investor sumringah

Hanya berselang semenit dari pembukaan momentum positif tak terbendung IHSG melanjutkan penguatan menjadi 060 persen ke level 6262 Pemandangan di papan perdagangan didominasi warna hijau dengan 306 saham menguat sementara 112 saham melemah dan 547 lainnya memilih diam Transaksi awal menunjukkan geliat pasar yang kuat mencapai Rp471 miliar dengan volume fantastis 981 juta lembar saham berpindah tangan

IHSG Melambung Tinggi Investor Auto Senyum
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tak hanya IHSG indeks-indeks utama lainnya juga turut berpesta Indeks LQ45 melonjak 078 persen mencapai 632 Indeks JII syariah tak ketinggalan dengan kenaikan 041 persen ke 375 Sementara itu MNC36 dan IDX30 juga kompak menguat masing-masing 077 persen ke 276 dan 075 persen ke 357

Kekuatan pasar pagi ini didukung oleh performa cemerlang dari berbagai sektor Energi konsumer non siklikal keuangan bahan baku properti teknologi dan infrastruktur semuanya kompak menunjukkan performa positif menghiasi layar dengan warna hijau cerah

Meski demikian tidak semua sektor mampu mengikuti irama kenaikan Beberapa sektor justru harus menelan pil pahit seperti konsumer siklikal transportasi industri dan kesehatan yang terpantau bergerak di zona merah

Di tengah euforia kenaikan beberapa saham tampil sebagai bintang utama Tiga emiten yang memimpin daftar top gainers antara lain Pinnacle Persada Investama PT Aracord Nusantara Group Tbk RONY dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk AGAR yang berhasil menarik perhatian investor dengan kenaikan signifikan

Namun di sisi lain ada pula saham-saham yang harus rela berada di daftar top losers Pagi ini Indo Premier Investment Management PT Indonesia Prima Property Tbk OMRE dan PT Bima Sakti Pertiwi Tbk PAMG tercatat sebagai saham dengan penurunan terbesar

Related Post