wartakini.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Indonesia berambisi besar mengukuhkan diri sebagai pusat industri halal dunia. Langkah strategis ini bukan sekadar cita-cita melainkan bagian fundamental untuk mengerek daya saing industri domestik sekaligus mendominasi arena persaingan ekonomi global yang kian ketat.
Baca Juga
Potensi sektor halal terus meroket seiring masifnya populasi muslim global. Data Global Islamic Economy Report 2025-2026 menunjukkan belanja masyarakat muslim di enam sektor ekonomi syariah tembus 2,6 triliun dolar AS pada 2024 dan diperkirakan melonjak jadi 3,6 triliun dolar AS di 2029. Angka fantastis ini menjadi magnet bagi setiap negara untuk mengambil peran.

Bukan sekadar sertifikasi semata Menperin menekankan pentingnya kapasitas produksi mumpuni dan jangkauan pasar yang luas terutama ke kancah internasional. Pernyataan ini disampaikan Agus dalam gelaran Indonesia Halal Industry Awards IHYA 2026 di Jakarta Sabtu 26 September 2026.
Indonesia semakin memantapkan langkah menuju pusat industri halal global lewat penguatan ekosistem hulu-hilir peningkatan daya saing serta ekspansi pasar dunia. Agus Gumiwang meyakini Indonesia punya modal raksasa untuk menjadi pemain kunci industri halal global khususnya dari kekuatan pasar domestik.
Dengan konsumsi rumah tangga mencapai 5.974,9 triliun rupiah di semester I 2026 dan populasi muslim mencapai 252,8 juta jiwa Indonesia memiliki fondasi kuat. Berbekal kekuatan ini Indonesia wajib bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen dan aktor utama industri halal dunia.
Kementerian Perindustrian juga telah merilis Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2025 yang memuat Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025-2029. Tak hanya itu Kebijakan Industri Nasional 2026-2030 dan revisi RIPIN 2015-2035 turut disiapkan sebagai landasan kuat.
Kami bertekad menjadikan kewajiban sertifikasi halal bukan sekadar kepatuhan belaka namun sebagai daya saing utama. Sertifikasi halal harus menjadi bagian krusial dari strategi industri untuk mendongkrak kepercayaan konsumen dan membuka gerbang pasar lebih luas termasuk ekspor.
Pemerintah juga fokus pada penguatan ekosistem halal dari hulu ke hilir peningkatan daya saing dan inovasi ekspansi pasar kolaborasi lintas pemangku kepentingan serta pengembangan SDM halal. Dengan strategi tepat dan komprehensif Indonesia punya kans besar menjadikan industri halal sebagai kekuatan ekonomi baru yang sanggup bersaing di kancah global. Momentum emas ini wajib dimanfaatkan secara maksimal.





































