wartakini.id – Dunia investasi kembali dihebohkan dengan potensi keuntungan fantastis dari saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk TUGU. Emiten asuransi ini digadang-gadang mampu memberikan imbal hasil dividen yang bikin dompet tebal para investor. Sebuah riset terbaru dari Trimegah Sekuritas bahkan memproyeksikan TUGU bisa menawarkan dividend yield hingga sekitar 7 persen berdasarkan harga saham pada Agustus 2026 lalu.
Baca Juga
Imbal hasil dividen ini merupakan ukuran seberapa besar dividen per saham dibandingkan dengan harga sahamnya. Angka 7 persen tentu sangat menggiurkan dan menjadi gambaran potensi pendapatan tunai yang bisa diraih investor. Namun perlu diingat imbal hasil yang terealisasi bisa berfluktuasi mengikuti pergerakan harga saham dan keputusan dividen perusahaan.

Kekuatan TUGU dalam membagikan dividen tak lepas dari strategi portofolio investasi yang sangat beragam dan manajemen risiko yang ekstra hati-hati. Kedua faktor ini menjadi pilar utama yang menopang ketahanan finansial perusahaan di tengah gejolak pasar yang dinamis. Bagi perusahaan asuransi hasil investasi adalah sumber pendapatan krusial selain dari premi. Dana premi yang terkumpul diinvestasikan pada berbagai instrumen sehingga pengelolaan portofolio yang cermat menjadi kunci untuk menghasilkan laba dan pada akhirnya membagikan dividen kepada pemegang saham.
Dengan profil yang kokoh tersebut daya tarik TUGU di mata investor tidak hanya bertumpu pada potensi kenaikan harga saham semata. Dividen yang rutin dibagikan juga menjadi komponen penting dalam perhitungan total hasil investasi. Trimegah Sekuritas memperkirakan laba bersih TUGU yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan mencapai Rp790 miliar pada tahun 2026 melonjak signifikan dari sekitar Rp712 miliar pada tahun 2025.
Tren kenaikan laba bersih ini diproyeksikan terus berlanjut. Laba bersih TUGU diperkirakan menyentuh angka Rp874 miliar pada tahun 2027 dan mencapai Rp959 miliar pada tahun 2028. Pertumbuhan laba yang konsisten ini tentu membuka peluang lebar bagi nilai dividen yang lebih besar di masa depan. Peningkatan ini juga sejalan dengan semakin menggeliatnya aktivitas investasi di sektor minyak dan gas Indonesia sebuah bidang yang menjadi keahlian utama asuransi TUGU. Selain itu rasio klaim dan biaya operasional perusahaan juga diperkirakan akan tetap terjaga efisien.
Kinerja TUGU sepanjang tahun berjalan pun menunjukkan performa yang solid. Pada semester I 2026 TUGU berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4803 miliar sebuah lonjakan fantastis sebesar 768 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka-angka ini semakin memperkuat posisi TUGU sebagai emiten yang layak dipertimbangkan bagi investor pemburu dividen.





































