wartakini.id – Paradigma menabung di kalangan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan kini berubah drastis. Jika dulu celengan jadi satu-satunya opsi, kini mereka diperkenalkan pada dunia perbankan modern yang membuka wawasan baru. Sebuah program inovatif berhasil mengubah cara pandang mereka tentang pengelolaan keuangan masa depan.
Baca Juga
Selfi Nawawi N, siswi kelas 2 SMA, menjadi salah satu yang merasakan langsung dampaknya. Ia tak pernah menyangka bahwa menyimpan uang bisa dilakukan melalui buku rekening, bahkan tanpa penghasilan tetap. Pengalaman ini memicu impiannya untuk mengumpulkan dana demi biaya kuliah kelak, melihat tabungan bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan bekal penting untuk mewujudkan cita-cita.

Transformasi pemahaman ini merupakan buah dari kegiatan "BNI Sahabat Sekolah Rakyat". Program tersebut dirancang khusus untuk mendekatkan siswa pada praktik keuangan sehari-hari, termasuk pengenalan akun bank dan pentingnya kebiasaan menabung secara terstruktur sejak dini.
Semangat para siswa terlihat jelas saat mereka berinteraksi dengan kartu identitas yang dapat dipindai, konsep tabungan, hingga buku rekening. Bagi banyak dari mereka, ini adalah kesempatan pertama menyentuh dan memahami hal-hal yang selama ini hanya terdengar samar atau dipelajari secara teoritis. Rasa ingin tahu mereka memuncak, menciptakan suasana belajar yang dinamis.
Tiyah Wasma Terru, Guru Biologi SMA SRT 3, mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya minat belajar siswa. "Saya sangat senang karena ini merupakan hal baru bagi siswa. Mereka sangat antusias melihat dan mencoba ID card yang bisa di-scan. Mereka juga banyak bertanya mengenai tabungan dan buku rekening, sehingga menjadi pelajaran yang berharga dan baru bagi mereka," ujarnya.
Tiyah menambahkan, pembelajaran langsung terbukti lebih efektif. Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat aplikasi nyata dalam kehidupan. Dalam konteks finansial, mereka kini memahami bahwa menabung tak terbatas pada celengan, melainkan bisa diatur melalui rekening bank, lengkap dengan catatan nominal yang jelas dan transparan.
"Ini sangat penting karena siswa bisa melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Dalam hal keuangan, mereka bisa melihat bahwa menabung bukan hanya di celengan, tetapi juga bisa dibukukan dan mereka dapat melihat nominalnya," jelas Tiyah. Pendekatan berbasis pengalaman ini juga diterapkan pada materi lain, seperti pengelolaan limbah, yang kini dipraktikkan langsung setelah sebelumnya hanya dipelajari secara teori di kelas.





































