wartakini.id – Dunia otomotif kembali dihebohkan dengan langkah mengejutkan Jaguar. Setelah dua tahun menjadi sasaran kritik pedas dan tudingan "woke" atas kampanye kontroversialnya, kini pabrikan mobil mewah asal Inggris itu tampak "bertobat" dan kembali memeluk identitas klasiknya yang dulu dicintai banyak orang.
Baca Juga
Kampanye Jaguar pada 2024 lalu memang mengundang tanda tanya besar. Dengan slogan "Copy nothing" yang ironis, iklan tersebut menampilkan model-model berbusana warna-warni di lanskap fuchsia, dengan ekspresi datar dan tanpa penampakan mobil sama sekali. Hanya logo baru yang mencolok. Dua minggu kemudian, muncul mobil konsep Type 00 dengan warna Miami Pink dan London Blue, memicu ejekan "Barbie pink" dari warganet. Kepala desain Gerry McGovern bahkan sempat berkelakar bahwa Jaguar tidak ingin dicintai semua orang, sebuah keinginan yang ironisnya terkabul. Donald Trump pun tak ketinggalan menyuarakan kritiknya di Truth Social, mempertanyakan siapa yang akan membeli Jaguar setelah melihat iklan yang dianggap memalukan itu.

Namun, angin perubahan bertiup kencang. Selasa lalu di New York, Jaguar memperkenalkan Type 01, sebuah mobil yang seolah menjadi antitesis dari pendahulunya. Dengan kap mesin yang sengaja dibuat panjang, Type 01 jelas ingin membangkitkan nostalgia E-Type legendaris dari era 1960-an. Warna perak mendominasi eksterior, berpadu apik dengan interior putih orchid. Iklan terbarunya pun kembali ke formula klasik: pengemudi tampan, kepulan asap tipis, mobil yang melesat di antara dominasi warna merah dan hitam. Jelas, era warna pink telah resmi pensiun.
Rawdon Glover, Managing Director Jaguar, memberikan penjelasan yang lugas. Ia menyebut film kampanye 2024 sebagai "dunia konseptual untuk mobil konsep." Sementara itu, Type 01 adalah mobil produksi yang ditujukan untuk pembeli sungguhan, sehingga memerlukan konteks yang lebih membumi dan relevan. Secara sederhana, Glover mengisyaratkan bahwa semua kontroversi sebelumnya hanyalah "pemanasan" belaka sebelum Jaguar benar-benar serius meluncurkan produk yang sesuai dengan ekspektasi pasar.





































