wartakini.id – Sebuah insiden mengejutkan di Nanning China menjadi sorotan publik sekaligus pengingat penting bagi calon pengguna teknologi kendaraan listrik di masa depan. Sebuah video viral menunjukkan dua bocah cilik asyik berayun-ayun pada kabel BYD Megawatt Flash Charger yang canggih di sebuah stasiun pengisian umum. Kejadian ini berlangsung pada 2 Oktober 2026 saat libur Hari Nasional.
Baca Juga
Dalam rekaman yang menyebar luas di media sosial terlihat jelas kedua anak itu berpegangan pada konektor kabel pengisi daya dengan kaki terangkat seolah sedang bermain ayunan. Ironisnya orang dewasa di sekitar lokasi justru sibuk merekam aksi berbahaya tersebut bukannya melarang atau menghentikan mereka.

Menanggapi insiden ini layanan pelanggan BYD pada 4 Oktober segera mengeluarkan peringatan keras. Mereka menegaskan bahwa bermain di perangkat pengisian daya adalah tindakan yang sangat dilarang. Tim teknisi langsung dikirim untuk memeriksa lokasi dan pengawasan di stasiun pengisian pun ditingkatkan demi mencegah kejadian serupa terulang.
Kabel pengisi daya berkapasitas megawatt ini bukan sembarang perangkat. BYD memperkenalkan Megawatt Flash Charger bersamaan dengan Super e-Platform pada Maret 2025. Teknologi ini dirancang dengan arsitektur 1.000 volt yang mampu mendukung kecepatan pengisian daya hingga 10C. Artinya charger ini sanggup mengalirkan daya sebesar 1.000 kW atau 1 MW pada 1.000 ampere. Bahkan secara teoritis perangkat kerasnya mampu mencapai 1.500 kW pada 1.500 ampere.
Mengingat bobot kabel yang cukup berat karena menggunakan sistem pendingin cairan BYD merancang mekanisme khusus. Kabel tersebut dipasang pada rel berbentuk T yang dilengkapi dengan penggulung berpegas. Desain ini memastikan konektor tidak menyentuh lantai sehingga memudahkan pengguna dan menjaga kebersihan.
Kehadiran teknologi pengisian daya super cepat seperti BYD Megawatt Flash Charger yang kabarnya akan segera menyapa pasar Indonesia tentu membawa harapan baru bagi ekosistem kendaraan listrik. Namun insiden di Nanning ini menjadi pengingat krusial akan pentingnya edukasi dan pengawasan ketat terhadap penggunaan infrastruktur canggih demi keselamatan bersama.





































