wartakini.id – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia baru-baru ini menyoroti gejolak geopolitik global yang kian dinamis. Ia menegaskan pergeseran konstelasi ekonomi dunia menuntut setiap negara untuk memperkuat ketahanan nasionalnya. Bagi Indonesia situasi ini mendesak percepatan program hilirisasi dan transisi energi bersih guna mencapai kemandirian energi serta mengurangi ketergantungan pada kondisi global.
Baca Juga
Menurut Bahlil di tengah ketidakpastian geopolitik dan tuntutan akan energi yang lebih ramah lingkungan Indonesia harus memiliki strategi adaptif. Presiden Prabowo Subianto sendiri menempatkan program hilirisasi dan transisi energi sebagai agenda prioritas utama yang membutuhkan koordinasi intensif. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap kesepakatan global seperti Paris Agreement.

Bahlil menekankan bahwa kedua agenda strategis ini tidak dapat dijalankan secara parsial. Ia menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang komprehensif terukur dan terencana matang agar target yang telah ditetapkan pemerintah dapat terwujud secara optimal. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.
Meski telah resmi mengemban jabatan baru sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil belum merinci proyek-proyek yang akan menjadi prioritas dalam waktu dekat. Ia menyatakan akan terlebih dahulu melapor kepada Presiden Prabowo setelah pelantikan sebelum memaparkan program kerja lebih lanjut kepada publik.





































