Wartakini.id, Jakarta – Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)! Pemerintah terus menggulirkan bantuan sosial hingga Juli 2025, bahkan dengan peningkatan dana untuk sekitar 18 juta KPM.

Related Post
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan kabar baik ini di Jakarta, Selasa (22/7/2025). "Tidak ada pengurangan bansos. Presiden justru memberikan penebalan bantuan kepada lebih dari 18 juta KPM," tegasnya.

Penebalan bansos ini khusus berlaku untuk periode Juni dan Juli 2025. Jika biasanya KPM menerima Rp600 ribu, kali ini mereka akan mendapatkan tambahan Rp200 ribu selama dua bulan. "Artinya, lebih dari 18 juta KPM akan menerima Rp1 juta di triwulan kedua," jelas Gus Ipul.
Pemerintah akan mencoret penerima bansos yang dinilai sudah mandiri secara ekonomi. Dana tersebut akan dialihkan kepada mereka yang lebih membutuhkan, khususnya yang berada di desil 1 hingga desil 4 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Bagi masyarakat yang merasa ada ketidaksesuaian terkait bansos, Mensos membuka kesempatan untuk melapor dengan menyertakan data lengkap. "Kami mohon agar keberatan disertai bukti yang cukup, sehingga bisa kami tindak lanjuti," imbuhnya.
Kementerian Sosial akan memverifikasi dan memvalidasi setiap aduan dan data yang diterima. Badan Pusat Statistik (BPS) akan menjadi pihak terakhir yang melakukan validasi data. "Kami akan membantu pemutakhiran data melalui sumber daya yang kami miliki," pungkas Gus Ipul.
Sementara itu, penyaluran BPNT tahap 3 diperkirakan akan dimulai pertengahan Juli hingga September 2025. Penerima manfaat akan mendapatkan Rp200.000 per bulan. Karena disalurkan per triwulan, total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000.










Tinggalkan komentar