Wartakini.id, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimis Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp900.000 yang digelontorkan kepada 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) hingga Desember 2025, akan menjadi katalisator utama dalam meningkatkan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV-2025. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2025 yang mencapai titik nadir dalam 14 tahun terakhir, di luar masa pandemi.

Related Post
Febrio Nathan Kacaribu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, menjelaskan bahwa BLT ini menyasar empat desil terbawah masyarakat, kelompok yang memiliki kecenderungan sangat tinggi untuk segera membelanjakan uang tambahan yang mereka terima. "Jika kita berikan tambahan Rp900.000, setidaknya 90 persen dari jumlah tersebut akan langsung dibelanjakan," ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita.

Dengan total anggaran mencapai Rp31,95 triliun, Kemenkeu meyakini BLT ini akan segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga memberikan dampak signifikan pada komponen konsumsi Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV-2025. "(BLT Rp900.000) ini akan langsung menjadi konsumsi di masyarakat dan akan tercermin dalam data konsumsi PDB kita di kuartal keempat," imbuh Febrio.
Keyakinan Kemenkeu ini muncul di tengah laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengindikasikan adanya pelemahan daya beli masyarakat. Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, mengungkapkan bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya mencapai 4,89 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal III-2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal II-2025 (4,96 persen YoY) dan kuartal III-2024 (4,91 persen YoY). "Komponen konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,89 persen YoY, menunjukkan masih adanya tingkat konsumsi masyarakat," jelas Edy dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta. Wartakini.id mencatat bahwa pemerintah berharap BLT ini dapat menjadi stimulus efektif untuk menggerakkan roda perekonomian di akhir tahun.










Tinggalkan komentar