wartakini.id – Pasar modal Indonesia kembali mencatatkan sejarah gemilang di tahun 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak henti-hentinya menunjukkan ketahanan luar biasa, bahkan berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa berkali-kali. Puncaknya, IHSG sempat menyentuh level 8.720,88 dalam perdagangan harian. Kinerja impresif ini turut mendorong kapitalisasi pasar bursa menembus angka fantastis, sekitar Rp15.700 triliun.

Related Post
Laporan terkini pada Minggu (14/12/2025) menyoroti berbagai fakta menarik di balik laju IHSG yang terus mencetak rekor, menandakan penguatan signifikan pada kinerja pasar modal domestik.

Berikut adalah beberapa fakta krusial yang mengiringi lonjakan IHSG:
1. Rekor IHSG dan Kapitalisasi Pasar Bursa yang Mengukir Sejarah
Menurut Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IHSG berhasil menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada 26 November 2025, mencapai level 8.602,13. Pada tanggal yang sama, kapitalisasi pasar bursa juga mencetak sejarah baru dengan menembus Rp15.711 triliun.
Secara bulanan, IHSG menutup November di posisi 8.508,71, melonjak 4,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month). Sementara itu, secara tahunan, indeks ini telah tumbuh signifikan sebesar 20,18 persen (year-to-date). Inarno menjelaskan bahwa performa cemerlang pasar modal domestik di November 2025 merupakan kelanjutan dari tren positif yang selaras dengan ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.
2. Transaksi Harian Bursa Mencapai Puncak Baru
Indikator penguatan pasar modal tidak hanya terlihat dari indeks dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dari aktivitas transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham pada November 2025 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, mencapai angka Rp23,14 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan kepercayaan dan partisipasi investor yang luar biasa di pasar saham Indonesia.
3. Kepercayaan Investor Asing Terus Mengalir Deras
Dukungan signifikan terhadap penguatan pasar saham juga datang dari aliran dana investor asing. Sepanjang November, investor mancanegara membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp12,02 triliun. Angka ini melanjutkan tren positif setelah pada Oktober tercatat net buy sebesar Rp12,96 triliun. Fenomena ini, menurut Inarno, menjadi bukti nyata keyakinan dan persepsi positif investor global terhadap prospek pasar modal Indonesia yang stabil dan menjanjikan.
Dengan berbagai capaian rekor ini, pasar modal Indonesia di tahun 2025 menunjukkan performa yang solid dan menjanjikan, menjadi cerminan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.










Tinggalkan komentar