wartakini.id – Gejolak politik yang menyertai aksi demonstrasi besar pada 27 Agustus 2026 pagi ini langsung terasa dampaknya di lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG dan nilai tukar Rupiah kompak tertekan menunjukkan respons negatif pasar terhadap situasi terkini.
Baca Juga
Pembukaan perdagangan Kamis 27 Agustus 2026 menjadi saksi bisu kemerosotan IHSG. Indeks acuan ini langsung anjlok 024 persen menyentuh level 6390. Sempat mencoba bangkit sejenak namun tak mampu bertahan IHSG kembali terperosok 001 persen ke posisi 6405. Data menunjukkan 259 saham rontok sementara hanya 195 yang mampu bertahan di zona hijau dan 509 lainnya stagnan. Total transaksi awal mencapai angka fantastis Rp437 miliar melibatkan 11 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Tak hanya IHSG sejumlah indeks penting lainnya juga tak luput dari tekanan. Indeks LQ45 merosot 012 persen ke 631 JII anjlok 013 persen ke 387 MNC36 turun 013 persen ke 275 dan IDX30 tergerus 020 persen ke 353.
Sektor keuangan bahan baku konsumer non siklikal dan transportasi menjadi penyumbang utama pelemahan pasar hari ini. Sebaliknya sektor energi konsumer siklikal infrastruktur properti industri teknologi dan kesehatan masih menunjukkan ketahanan dengan mencatatkan penguatan.
Di sisi lain pasar mata uang juga tak kalah bergejolak. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpaksa menyerah pada tekanan pasar. Mata uang Garuda ini ambruk 50 poin atau setara 028 persen. Rupiah kini diperdagangkan di level 17775 per dolar AS jauh di bawah penutupan hari sebelumnya yang berada di 17725 per dolar AS.





































