wartakini.id – Anggota DPR RI melayangkan peringatan keras kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pengelolaan dana Saldo Anggaran Lebih atau SAL. Kebijakan penempatan dan penarikan kas negara yang ditempatkan di bank-bank BUMN disorot tajam karena berpotensi memicu gejolak serius di sektor perbankan nasional.
Baca Juga
Harris Turino seorang politisi dari Fraksi PDI Perjuangan di Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya perhitungan cermat dan langkah bertahap dalam mengelola dana jumbo ini. Tanpa strategi yang matang pergerakan dana triliunan rupiah tersebut dikhawatirkan dapat mengguncang likuiditas perbankan dan memicu lonjakan suku bunga di pasar keuangan domestik. "Pengelolaan SAL ke depan harus lebih hati-hati agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan" tegas Harris dalam rapat kerja Komisi XI DPR bersama Kementerian Keuangan pada Rabu 15 Juli 2026.

Harris juga mengungkapkan kejanggalan terkait suntikan dana SAL perdana sebesar Rp200 triliun pada September 2025. Meskipun pemerintah mengklaim langkah itu bertujuan memacu pertumbuhan ekonomi namun menurut data riil dan masukan dari jajaran direksi Himbara saat itu likuiditas perbankan sebenarnya sudah sangat memadai. "Jadi tidak ada kekurangan likuiditas yang ada di pasar ketika dorongan pertama sebesar Rp200 triliun" tambahnya.
Lebih lanjut Harris menyayangkan inkonsistensi kebijakan fiskal yang terus berubah-ubah. Siklus penempatan penarikan mendadak hingga akhirnya penyuntikan kembali dana SAL ini dinilai menciptakan ketidakpastian baru bagi para pelaku pasar keuangan. Fluktuasi kebijakan ini dikhawatirkan dapat mengikis kepercayaan dan stabilitas pasar.





































