Ferrari Luce: Paus Ikut Komentar, Dunia Otomotif Heboh!

Author Image

Masih Lionel

1 Juni 2026, 09:06 WIB

wartakini.id – Peluncuran mobil listrik (EV) pertama Ferrari, yang diberi nama Luce, ternyata jauh dari kata mulus. Alih-alih menuai pujian dan tepuk tangan, debut EV berlogo kuda jingkrak ini justru memicu kegaduhan di seluruh penjuru dunia otomotif. Dampaknya terasa instan; harga saham perusahaan sempat anjlok, para mantan petinggi Ferrari melayangkan kritik pedas, bahkan sampai Paus Leo XIV dikabarkan ikut angkat bicara setelah menyaksikan langsung wujud radikal Luce.

Kontroversi ini berpusat pada desain Luce yang dianggap sangat ekstrem dan menyimpang dari pakem estetika Ferrari yang telah melegenda. Desainnya yang revolusioner membuat banyak pihak terkejut, bahkan memancing komentar dari tokoh-tokoh yang tak terduga, menunjukkan betapa besar dampak peluncuran ini di kancah global.

Ferrari Luce: Paus Ikut Komentar, Dunia Otomotif Heboh!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Secara visual, Luce tampil sebagai sebuah crossover lima pintu dengan estetika yang memisahkan bodi menjadi dua bagian. Konsep "cangkang" yang membungkus ruang penumpang memberikan tampilan yang unik, namun sekaligus memicu perdebatan sengit tentang identitas desain Ferrari. Bentuknya yang radikal ini jauh dari siluet ramping dan agresif yang selama ini menjadi ciri khas mobil-mobil buatan Maranello.

Menanggapi badai kritik yang menerpa, Pietro Virgolin, Product Manager Ferrari, memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa desain Luce lahir dari kebutuhan teknis yang tak terhindarkan. "Bentuk mengikuti fungsi," dalih Virgolin, menjelaskan bahwa arsitektur tersebut diperlukan untuk mengakomodasi baterai berkapasitas raksasa dan sistem powertrain empat motor yang kompleks, yang semuanya harus terintegrasi dalam satu kesatuan.

Lebih lanjut, Virgolin mengungkapkan bahwa desain ini memungkinkan kabin yang jauh lebih lapang, bahkan sanggup menampung tiga orang dewasa di baris kedua. Sebuah fitur fungsionalitas yang mustahil diwujudkan pada Ferrari bermesin bensin konvensional karena terhalang oleh dimensi transmisi. Ini menunjukkan pergeseran prioritas Ferrari menuju fungsionalitas dan kenyamanan, di samping performa ekstrem yang selalu menjadi DNA mereka. Namun, apakah dunia siap menerima Ferrari dengan wajah baru yang begitu drastis? Waktu yang akan menjawab.

Related Post