wartakini.id – Ribuan konsumen proyek apartemen LRT City milik PT Adhi Karya Tbk (ADHI) kini tengah menanti kepastian. Unit yang dijanjikan tak kunjung tiba memicu pertanyaan besar. Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago akhirnya buka suara mengungkap alasan di balik mandeknya pembangunan yang membuat 2.400 pembeli terkatung-katung.
Baca Juga
Menurut Moeharmein, akar masalahnya terletak pada kinerja penjualan anak usaha, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), yang jauh meleset dari target. Gagalnya penjualan ini menciptakan krisis arus kas perusahaan. Situasi diperparah oleh guncangan ekonomi global, mulai dari krisis 2018 hingga hantaman pandemi COVID-19, yang membuat pasar properti goyah dan alokasi modal kerja untuk penyelesaian proyek pun tersendat.

Meski demikian, Adhi Karya menegaskan komitmen penuh untuk menuntaskan pembangunan LRT City dan segera menyerahkan unit kepada para konsumen. Chaniago juga memastikan akan ada pemeriksaan menyeluruh terhadap ADCP guna menelusuri potensi kesalahan tata kelola manajemen yang mungkin berkontribusi pada masalah ini.
Sebagai informasi, proyek LRT City merupakan pengembangan strategis ADHI melalui ADCP. Dua lokasi yang kini menjadi sorotan adalah LRT City Ciracas dan LRT City Tebet, yang pembangunannya belum juga rampung. Padahal, banyak konsumen telah melunasi pembayaran dan dijanjikan serah terima unit sejak tahun 2023 hingga 2024. Kini, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) bersama Danantara sedang menggodok berbagai opsi penyelesaian, termasuk melanjutkan konstruksi atau mengembalikan dana konsumen yang belum menerima haknya.





































