wartakini.id – Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pengguna kendaraan di seluruh Indonesia. Sejumlah penyedia bahan bakar minyak (BBM) utama seperti Pertamina BP dan Shell telah memperbarui daftar harga produk mereka per 11 Juni 2026. Kenaikan signifikan terutama terjadi pada jenis BBM nonsubsidi yang diprediksi akan membebani pengeluaran masyarakat.
Baca Juga
PT Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu yang pertama melakukan penyesuaian harga. Sejak 10 Juni 2026 harga Pertamax dan Pertamax Green resmi meroket. Pertamax kini dibanderol Rp16.250 per liter melonjak tajam dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter atau naik sebesar Rp3.950. Sementara itu Pertamax Green juga tak ketinggalan ikut naik Rp4.100 menjadi Rp17.000 per liter dari tarif awal Rp12.900 per liter. Menurut Roberth MV Dumatubun Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga penyesuaian ini merupakan hasil evaluasi ketat sesuai formula harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Tak hanya Pertamina SPBU BP juga turut mengerek harga jual BBM mereka. Jenis BP 92 kini dipatok Rp16.670 per liter dari yang sebelumnya Rp12.390 per liter. Kenaikan serupa juga terjadi pada BP Ultimate yang kini dijual Rp17.240 per liter setelah sebelumnya Rp12.930 per liter. Pihak BP menjelaskan bahwa fluktuasi harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama di balik perubahan harga bahan bakar mereka yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Di sisi lain Shell memilih untuk mempertahankan harga jual produknya. Sejak 1 Juni 2026 harga Shell V-Power Diesel masih stabil di angka Rp24.490 per liter. Sementara itu SPBU Vivo hingga kini belum merilis pembaruan harga BBM untuk periode Juni 2026. Konsumen diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari masing-masing penyedia BBM.





































