Wartakini.id – Pasar mobil bekas di Indonesia tengah beradaptasi dengan cepat seiring dengan membanjirnya mobil listrik. Penurunan harga jual mobil listrik bekas menjadi sorotan utama, memaksa para pelaku bisnis untuk mengubah strategi penjualan mereka.

Related Post
Agustinus, CEO Focus Motor, mengungkapkan penurunan harga mobil listrik bekas sangat signifikan. Ia menunjuk dominasi pabrikan asal Tiongkok sebagai salah satu penyebab utama. "Pabrikan Tiongkok menguasai pasar mobil listrik di Indonesia, mengakibatkan fluktuasi harga yang cepat," jelasnya saat ditemui di Jakarta Utara. Ketidakstabilan harga mobil listrik baru juga ikut berperan. Perubahan harga yang drastis pada mobil listrik baru berdampak langsung pada nilai jual kembali mobil bekasnya. "Harga mobil listrik bisa berubah setiap saat, berbeda dengan mobil hybrid yang cenderung stabil," tambahnya. Sebagai ilustrasi, Agustinus menyebut harga Wuling Air EV yang turun sekitar Rp 10-15 juta setiap bulan karena peluncuran mobil listrik baru dari Tiongkok yang hampir setiap bulan terjadi.

Agustinus juga mengamati kebimbangan konsumen dalam membeli mobil listrik bekas karena ketidakpastian harga dan potensi penurunan nilai lebih lanjut. "Tren penurunan harga kemungkinan akan berlanjut, terutama karena belum adanya kebijakan pemerintah yang jelas untuk membatasi penurunan harga," ungkapnya.
Menanggapi situasi ini, Focus Motor meluncurkan platform jual beli mobil bekas, Belanja Mobil, yang menawarkan lebih dari 500 unit mobil berbagai merek, termasuk mobil listrik, bensin, dan hybrid. Azka Maulana, COO Focus Motor, menegaskan komitmen perusahaan terhadap kualitas dengan menjamin 155 komponen utama dan menyediakan layanan Emergency Road Assist (ERA) serta garansi resmi selama setahun.
Platform seperti Belanja Mobil diharapkan dapat mempermudah konsumen dalam mengakses pilihan kendaraan bekas berkualitas. Namun, tantangan penurunan harga mobil listrik bekas tetap menjadi isu krusial yang perlu diatasi oleh industri otomotif.









Tinggalkan komentar