wartakini.id – PT Karya Pacific Energy Tbk IATA mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan dana investasi jumbo untuk memperkuat infrastruktur pertambangan terintegrasi. Fokus utama belanja modal ini adalah merampungkan pembangunan fasilitas pelabuhan atau jetty serta sistem konveyor canggih di konsesi Izin Usaha Pertambangan IUP PT Arthaco Prima Energy APE. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas operasional secara signifikan.
Baca Juga
Wakil Direktur Utama IATA Kahar Chua mengungkapkan bahwa pengembangan sarana pendukung vital ini telah dimulai sejak kuartal kedua tahun 2025. Tahap awal meliputi penyiapan jalan angkut sepanjang 10 kilometer yang dirancang untuk tahan segala cuaca memastikan kelancaran logistik tambang dalam kondisi apapun. Proyek ini menunjukkan komitmen serius IATA dalam mengoptimalkan aset pertambangan mereka.

Saat ini pengerjaan proyek telah memasuki fase krusial yakni penyelesaian area pelabuhan. Fasilitas ini dirancang dengan daya tampung area penumpukan atau stockpile yang masif mencapai 300 ribu ton. Dengan kapasitas pemuatan loading yang ditargetkan mencapai 300 ribu ton setiap bulan atau setara minimal 3 juta ton per tahun pelabuhan ini akan menjadi tulang punggung distribusi hasil tambang IATA.
Kahar menambahkan bahwa perseroan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar khusus untuk menuntaskan proyek jetty ambisius ini. Porsi terbesar dari alokasi dana tersebut difokuskan pada pengadaan sistem konveyor berkapasitas heavy duty. Manajemen IATA kini tengah dalam tahap finalisasi diskusi dengan sejumlah vendor terkemuka untuk memastikan pemilihan spesifikasi terbaik yang mampu mendukung operasional tambang jangka panjang.
Investasi besar ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik namun juga mencerminkan visi IATA untuk memiliki sistem konveyor unggulan. Sistem ini dirancang untuk memiliki kemampuan heavy duty guna menopang volume produksi dan pengiriman tambang yang akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Anggaran Rp200 miliar yang telah ditetapkan sejak tahun sebelumnya ini menjadi bukti keseriusan IATA dalam membangun fasilitas pelabuhan yang modern dan efisien dengan konveyor sebagai komponen paling vital.





































