wartakini.id – Jumat 18 September 2026 menjadi penutup pekan yang kurang menggembirakan bagi bursa saham nasional. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG harus mengakui tekanan pasar dengan terjungkal 2127 poin atau setara 033 persen. Angka 6441 menjadi level penutupan yang memantik kekhawatiran para investor.
Baca Juga
Sepanjang sesi perdagangan hari ini dinamika pasar menunjukkan dominasi sentimen negatif. Tercatat sebanyak 464 saham tergelincir ke zona merah sementara hanya 212 saham yang mampu melaju positif. Sebanyak 287 saham lainnya bertahan tanpa perubahan berarti. Total transaksi perdagangan mencapai angka fantastis Rp191 triliun melibatkan perputaran 304 miliar lembar saham.

Tak hanya IHSG indeks-indeks utama lainnya juga turut terseret arus pelemahan. Indeks LQ45 anjlok 125 persen ke level 640 diikuti Indeks JII yang merosot 113 persen menjadi 387. Indeks IDX30 kehilangan 111 persen nilainya di posisi 356 dan Indeks MNC36 juga tertekan 114 persen ke 279.
Kondisi serupa terlihat pada kinerja sektoral di mana mayoritas sektor didominasi warna merah. Sektor energi konsumer non siklikal keuangan properti bahan baku transportasi industri konsumer siklikal infrastruktur dan kesehatan kompak melemah. Hanya satu sektor yang berhasil unjuk gigi dan melawan arus yakni sektor teknologi yang mampu mencatatkan penguatan.
Di tengah gejolak pasar beberapa saham berhasil menjadi primadona dan mencetak kenaikan signifikan. PT Wahana Inti Makmur Tbk NASI memimpin daftar top gainers dengan lonjakan 3448 persen mencapai Rp234 per saham. Disusul PT Triniti Dinamik Tbk TRUE yang melesat 34 persen ke Rp67 dan PT Saranacentral Bajatama Tbk BAJA dengan kenaikan 25 persen hingga menyentuh Rp350.





































