wartakini.id – Jantung kelistrikan Pulau Timor berdetak semakin kencang berkat kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU Bolok. Berlokasi strategis di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur pembangkit berkapasitas 2 x 165 megawatt ini menjadi tulang punggung utama dalam memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat setempat.
Baca Juga
Sejak mulai beroperasi pada tahun 2013 PLTU Bolok tak hanya sekadar menyuplai daya namun juga mengukuhkan sistem kelistrikan di seluruh wilayah NTT. Keberadaannya secara signifikan mengurangi ketergantungan pasokan energi terhadap bahan bakar minyak yang selama ini menjadi tantangan besar.

Komisaris Utama PLN Energi Primer Indonesia PLN EPI Nikson Silalahi baru-baru ini melakukan kunjungan langsung ke lokasi. Kunjungan ini bukan tanpa alasan Dewan Komisaris ingin memastikan implementasi kebijakan perusahaan berjalan optimal terutama dalam menjamin pasokan energi primer yang andal untuk operasional pembangkit.
Nikson menegaskan bahwa reliabilitas sebuah pembangkit tidak bisa dipisahkan dari kesiapan energi utamanya. "Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan mulai dari kesiapan pasokan manajemen persediaan hingga pemanfaatan biomassa. Ini krusial untuk evaluasi dan penguatan strategi perusahaan ke depan" ujarnya dalam keterangan resmi.
Karakteristik geografis NTT yang didominasi oleh gugusan pulau-pulau kecil menghadirkan kompleksitas tersendiri dalam manajemen rantai pasok energi primer. Berbagai aspek mulai dari ketersediaan sumber daya moda transportasi kondisi cuaca fasilitas penerimaan hingga kecukupan stok harus dikelola secara terintegrasi guna meminimalisir risiko gangguan suplai.
"Tantangan logistik di NTT sangat unik dan berbeda dari wilayah lain. Oleh karena itu pengamanan pasokan harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhitungkan segala potensi risiko agar energi primer selalu tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sesuai standar kebutuhan pembangkit" tambah Nikson.
Lebih lanjut kunjungan tersebut juga menyoroti implementasi program co-firing yaitu pemanfaatan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari komitmen PLN Group untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya domestik sekaligus mendukung agenda besar transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau.





































