IHSG Terjun Bebas di Awal Sesi, Sektor Keuangan Paling Terpukul!

IHSG Terjun Bebas di Awal Sesi, Sektor Keuangan Paling Terpukul!

Wartakini.id – Pasar modal Indonesia kembali diselimuti sentimen negatif pada pembukaan perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun ke zona merah, melanjutkan tren koreksi dari sesi sebelumnya. Pada Jumat, 24 April 2026, pukul 09.10 WIB, IHSG terpantau melemah signifikan di level 7.344,28.

Angka tersebut mencerminkan pelemahan sebesar 34,33 poin atau 0,47% dibandingkan penutupan kemarin yang berada di 7.378,61. Bahkan, dalam sepuluh menit pertama perdagangan, indeks sempat menyentuh titik terendah harian di 7.313,36 sebelum sedikit membaik. Data pasar menunjukkan total kapitalisasi mencapai Rp13.144 triliun, dengan nilai transaksi sebesar Rp2,99 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 318,9 ribu kali.

IHSG Terjun Bebas di Awal Sesi, Sektor Keuangan Paling Terpukul!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dominasi tekanan jual sangat kentara di pasar. Tercatat 392 saham mengalami penurunan harga, jauh melampaui 193 saham yang menguat, sementara 374 saham lainnya stagnan. Kondisi ini tak lepas dari aksi jual bersih (net sell) investor asing pada penutupan sesi sebelumnya yang mencapai sekitar Rp979 miliar. Secara akumulatif, total penjualan asing mencapai Rp6,36 triliun berbanding pembelian Rp5,38 triliun. Meskipun investor domestik masih mencatatkan net buy tipis dengan pembelian Rp15,09 triliun dan penjualan Rp14,11 triliun, aliran dana ini belum mampu membendung laju pelemahan indeks.

Koreksi IHSG menyeret hampir seluruh sektor saham ke zona merah. Sektor keuangan menjadi yang paling terpukul dengan pelemahan 0,91%, disusul sektor barang primer yang terkoreksi 0,63%, properti 0,55%, teknologi 0,47%, kesehatan 0,36%, transportasi 0,35%, barang non-primer 0,28%, barang baku 0,24%, dan infrastruktur 0,40%. Hanya dua sektor yang mampu menunjukkan ketahanan dan berakhir di zona hijau, yakni energi yang naik 0,21% dan perindustrian menguat 0,16%.

Meski demikian, di tengah sentimen negatif pasar, beberapa saham individu justru berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. HYGN (Ecocare Indo Pasifik) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan fantastis 26,03% menjadi Rp184 per saham, diikuti BRNA (Berlina Tbk) yang melesat 24,41% ke Rp790, XCIS (Ciptadana Asset Management) menguat 20,51% ke Rp94, PRAY (Famon Awal Bros Sedaya) melonjak 19,05% ke Rp875, dan CMNP (Citra Marga Nusaphala Persada) naik 18,71% ke Rp2.030.

Sebaliknya, daftar top losers didominasi oleh HOPE (Harapan Duta Pertiwi) yang anjlok tajam 14,93% ke Rp228, disusul KOBX (Kobexindo Tractors) merosot 14,63% ke Rp210, DEFI (Danasupra Erapacific) ambles 14,57% ke Rp170, MAXI (Maxindo Karya Anugerah) tergerus 14,08% ke Rp61, dan LPPF (Matahari Department Store) yang melemah 13,66% ke Rp1.675.

Laporan ini disarikan dari data perdagangan yang dihimpun oleh Okezone Economy, dengan kontribusi dari Feby Novalius.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar