wartakini.id – Isu mengejutkan mengguncang industri otomotif Tanah Air. Posisi Indonesia sebagai raja pasar mobil di Asia Tenggara dikabarkan tergeser oleh Malaysia. Klaim ini langsung dibantah keras oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Namun, kenyataannya, penjualan mobil di dalam negeri justru anjlok hingga 10%!

Related Post
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengungkapkan data Asosiasi Federasi Otomotif ASEAN (AAF) periode Januari hingga Mei 2024. Data tersebut menunjukkan Indonesia masih unggul tipis dengan penjualan 316.981 unit, sementara Malaysia tercatat 314.019 unit. Selisihnya hanya sekitar 2.900 unit, sebuah angka yang amat mengkhawatirkan.

"Angka penjualan Juni dan Juli belum keluar, jadi ini data sementara," tegas Kukuh dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/8). Ia pun menantang pihak yang menyebarkan kabar tersebut untuk menunjukkan data valid yang mendukung klaim Malaysia sebagai penguasa pasar mobil ASEAN.
Meskipun secara total Indonesia masih memimpin, kukuh mengakui kekalahan di segmen mobil penumpang. Malaysia berhasil mengungguli penjualan mobil penumpang di Indonesia. Keunggulan Indonesia hanya tercipta berkat penjualan kendaraan komersial yang lebih tinggi. Anjloknya penjualan mobil di Indonesia hingga 10% menjadi pukulan telak bagi industri otomotif nasional dan menjadi pertanda serius yang perlu segera diatasi. Apakah Indonesia mampu mempertahankan posisinya? Pertanyaan ini masih menjadi tanda tanya besar.









Tinggalkan komentar