Wartakini.id, Jakarta – Masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) diimbau untuk ekstra hati-hati! Modus penipuan berkedok notifikasi pencairan bansos palsu semakin gencar beredar melalui aplikasi pesan instan dan media sosial. Agar tidak menjadi korban, penting untuk mengetahui perbedaan antara notifikasi bansos resmi dari pemerintah dan yang abal-abal.

Related Post
Pesan penipuan seringkali dirancang dengan bahasa yang meyakinkan dan mencatut nama instansi pemerintah. Berikut adalah panduan untuk membedakan notifikasi asli dan palsu:

Ciri-ciri Notifikasi Bansos Resmi Pemerintah:
- Pengirim Jelas: Pesan dikirim langsung oleh lembaga resmi pemerintah, seperti Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), atau BPJS Ketenagakerjaan. Perhatikan nama pengirim dan pastikan sesuai dengan lembaga resmi.
- Tidak Minta Data Sensitif: Pemerintah tidak akan pernah meminta informasi pribadi seperti data diri lengkap, kode OTP (One-Time Password), atau nomor rekening bank melalui pesan singkat.
- Verifikasi Mandiri: Penerima bansos akan diarahkan untuk memeriksa status dan informasi terkait bantuan secara mandiri melalui kanal resmi pemerintah, seperti situs cekbansos.kemensos.go.id, bsu.kemnaker.go.id, atau aplikasi resmi Kantor Pos seperti Pospay.
- Domain Resmi: Situs web resmi pemerintah selalu menggunakan domain ".go.id". Hindari mengklik tautan dengan domain mencurigakan seperti ".com", ".biz", atau ".net" yang mengatasnamakan bansos.
- Gratis: Penyaluran bansos yang sah tidak akan pernah memungut biaya apapun. Jika ada permintaan transfer sejumlah uang dengan alasan apapun, waspadalah! Itu sudah pasti penipuan.
Dengan memahami perbedaan ini, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari jeratan penipuan bansos yang merugikan. Selalu lakukan verifikasi informasi melalui sumber resmi dan jangan ragu untuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan.










Tinggalkan komentar