wartakini.id – Gempuran kecerdasan buatan atau AI tak terhindarkan namun PT Kereta Api Indonesia KAI memiliki strategi unik dalam menghadapinya Bukan cuma soal adopsi teknologi canggih transformasi KAI justru berpusat pada pengalaman manusia Endang Tirtana Komisaris Independen KAI memaparkan bagaimana perusahaan raksasa ini berevolusi melampaui sekadar operasional kereta api
Baca Juga
Perubahan signifikan terlihat dari digitalisasi layanan yang memanjakan pelanggan Ambil contoh aplikasi Access by KAI yang pada paruh pertama tahun 2026 saja sukses mencatat lebih dari 17 juta transaksi penjualan tiket untuk perjalanan jarak jauh maupun lokal Ini membuktikan betapa masyarakat telah nyaman dengan kemudahan akses digital

Lebih dari itu KAI kini menjelma menjadi entitas yang berorientasi penuh pada kepuasan pengguna Perusahaan tidak lagi hanya menggerakkan gerbong namun membangun sebuah ekosistem transportasi terintegrasi Bayangkan saja kereta api commuter line LRT MRT kereta cepat logistik hingga layanan digital semuanya terhubung demi kenyamanan penumpang Berbagai moda dan layanan pendukung lainnya pun turut memperkuat jaringan ini
Namun di tengah hiruk pikuk kemajuan teknologi ada satu prinsip yang tak tergoyahkan bagi KAI Endang Tirtana menjelaskan bahwa meskipun cara membeli tiket memperoleh informasi dan berinteraksi dengan pelanggan telah berubah drastis satu hal yang tak boleh bergeser adalah keberadaan manusia Ia menekankan bahwa secanggih apapun teknologi dan sebaik apapun sistem yang dibangun kualitas pelayanan pada akhirnya ditentukan oleh sentuhan manusia
Indeks kepuasan pelanggan menjadi bukti nyata keberhasilan pendekatan ini Pada semester pertama 2026 KAI berhasil meraih skor 453 dari skala 5 Angka fantastis ini didukung oleh lebih dari 22 juta interaksi pelanggan melalui berbagai kanal pelayanan Ini menunjukkan bahwa di era digital sentuhan manusia tetap menjadi penentu kualitas sejati





































