wartakini.id – Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran menteri terkait untuk meneruskan program bantuan pangan beras bagi masyarakat hingga penghujung tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipasi serius terhadap dampak berkepanjangan fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang.
Baca Juga
Keputusan penting ini sekaligus menjadi benteng pengaman sosial di tengah ancaman merosotnya produktivitas pertanian nasional. Dikhawatirkan, kondisi ini dapat memicu lonjakan harga komoditas pangan pokok di pasar domestik, yang pada akhirnya akan membebani masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan arahan Presiden tersebut setelah mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjamin ketersediaan pasokan beras tetap stabil dan melindungi daya beli masyarakat kurang mampu, terutama di tengah pergeseran pola tanam dan ancaman kelangkaan pangan.
"Setelah berdiskusi dengan Presiden mengenai kesiapan menghadapi El Nino, termasuk program bantuan yang berjalan hingga September ini sebesar 30 kilogram, Bapak Presiden mengamanatkan agar program ini dilanjutkan. Bantuan akan diteruskan untuk bulan Oktober, November, dan Desember," jelas Airlangga di Jakarta.
Data dari Badan Pusat Statistik BPS dan proyeksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG memperkuat urgensi keputusan ini. Anomali iklim El Nino yang menyebabkan minimnya curah hujan berisiko besar menekan hasil panen dan mengurangi produksi gabah kering giling di berbagai sentra padi utama. Dengan perpanjangan bantuan ini, pemerintah berharap dapat meringankan beban rakyat dan menjaga stabilitas pangan nasional.





































