wartakini.id – Setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengungkap liku-liku perjalanan memimpin kas negara. Bukan hanya berhadapan dengan ritme kerja super padat yang menguras fisik, Purbaya juga merasakan kepuasan luar biasa saat teori-teori ekonomi yang ia kuasai terbukti di lapangan. Beban tanggung jawab yang diemban bahkan sempat membuat berat badannya anjlok signifikan.
Baca Juga
Purbaya menceritakan betapa intensifnya pekerjaan di Kementerian Keuangan. Saat pertama kali dilantik, bobotnya mencapai 102 kilogram. Namun, tekanan kerja yang tinggi membuatnya sempat turun drastis hingga menyentuh angka 88 kilogram. Kini, berat badannya perlahan pulih di kisaran 97-98 kilogram, menjadi bukti nyata betapa beratnya tugas seorang bendahara negara.

Di balik tantangan fisik tersebut, Purbaya yang berlatar belakang akademisi dan ekonom menemukan kesenangan tersendiri. Baginya, kepuasan tertinggi seorang ilmuwan ekonomi adalah menyaksikan langsung bagaimana simulasi dan prediksi teoritis dapat terwujud dalam realitas perekonomian nasional. Momen ketika hasil kebijakan sesuai dengan perencanaan adalah puncak kebahagiaan seorang ekonom.
Lebih lanjut, Purbaya dengan penuh keyakinan menegaskan bahwa berbagai intervensi kebijakan yang telah dijalankan mulai membuahkan hasil positif. Ia optimistis denyut perekonomian nasional kini telah keluar dari jerat "kutukan pertumbuhan 5 persen" yang selama ini membayangi.
Data menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,39 persen pada kuartal IV 2025, kemudian meningkat menjadi 5,61 persen di kuartal I 2026. Meski sempat sedikit melambat ke 5,29 persen pada kuartal II 2026 akibat gejolak global, Purbaya yakin akselerasi akan kembali terjadi. Ia memprediksi, pada penghujung tahun 2026, pertumbuhan ekonomi bisa mendekati angka 6 persen.
Prospek penguatan ekonomi ini semakin nyata seiring dengan bergairahnya aktivitas sektor swasta dan peningkatan efisiensi belanja pemerintah secara berkelanjutan. Purbaya melihat mesin pertumbuhan sudah mulai bergerak, dengan sektor swasta yang kini melaju lebih cepat. Jika momentum ini terus terjaga, ia percaya target pertumbuhan 6 persen bukan lagi mimpi yang terlalu jauh untuk dicapai dalam waktu dekat.





































