Kolaborasi Heboh RI Singapura Dongkrak Timah Nasional

Author Image

Masih Lionel

11 September 2026, 19:23 WIB

wartakini.id – Sebuah langkah strategis yang menggemparkan industri telah diambil Indonesia untuk menggenjot hilirisasi timah nasional. Melalui kemitraan ambisius dengan raksasa solder asal Singapura Tanah Air bersiap mengubah timah dari sekadar komoditas menjadi produk bernilai tambah tinggi yang siap menembus pasar global. Kesepakatan penting ini ditandatangani oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia Stania entitas terafiliasi PT Arsari Tambang dengan Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte Ltd Asahi Solder.

Stania bukan pemain baru dalam arena ini. Sebagai bagian integral dari jejaring hilirisasi timah Arsari Tambang yang terintegrasi penuh dari hulu ke hilir perusahaan ini memiliki visi jauh ke depan. Pabrik modern Stania yang berlokasi di Batam dan diresmikan pada Juli 2025 telah memulai produksi solder batangan dengan kapasitas awal 2.000 ton per tahun. Kini fokus mereka meluas pada pengembangan produk solder dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi siap menyokong kebutuhan industri masa depan.

Kolaborasi Heboh RI Singapura Dongkrak Timah Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Aryo PS Djojohadikusumo Direktur Utama Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group mengungkapkan bahwa kolaborasi ini adalah pilar penting dari cita-cita besar Arsari Group. Mereka bertekad membangun sebuah ekosistem industri masa depan yang kokoh di Indonesia. "Kemitraan hari ini bukan sekadar inovasi produk solder namun merupakan upaya fundamental untuk merajut rantai nilai yang menghubungkan kekayaan sumber daya alam kita dengan material bernilai tambah manufaktur hingga teknologi mutakhir" jelas Aryo di Jakarta Jumat 11 September 2026.

Lebih jauh Arsari Group kini aktif menggarap ekosistem teknologi dan kecerdasan buatan AI melalui inisiatif RAIA Grid. Jejaring ini mencakup konektivitas fiber pusat data komputasi berperforma tinggi hingga AI itu sendiri. Bahkan Arsari Group tengah mempersiapkan kapabilitas perakitan GPU di Indonesia sebuah langkah revolusioner. Aryo menegaskan bahwa seluruh pengembangan ekosistem canggih ini sangat menuntut adanya industri dan rantai pasok pendukung yang kuat. "Kami ingin menyaksikan timah Indonesia melaju ke tingkat lebih tinggi bertransformasi dari komoditas menjadi material bernilai strategis kemudian terintegrasi dengan industri manufaktur elektronik dan pada akhirnya menopang ekosistem teknologi serta AI yang sedang kami bangun di Tanah Air" pungkasnya.

Related Post