Kota Ini Jadi Kiblat Mobil Listrik Dunia Kok Bisa

Author Image

Masih Lionel

7 Juli 2026, 09:06 WIB

wartakini.id – Siapa sangka sebuah kota di China berhasil menyulap dirinya menjadi mercusuar adopsi kendaraan listrik global. Liuzhou bukan sekadar kota biasa melainkan laboratorium hidup yang membuktikan bahwa revolusi EV tak harus dimulai dari mobil mewah. Dengan penduduk sekitar 4 juta jiwa di Guangxi Liuzhou kini menjadi salah satu pusat kendaraan listrik paling maju di dunia menyaingi kota-kota besar Eropa dalam hal penetrasi EV.

Keberhasilan luar biasa ini tak datang dari gelontoran subsidi fantastis. Kuncinya justru terletak pada riset mendalam terhadap kebiasaan masyarakat pengembangan kendaraan yang benar-benar sesuai kebutuhan serta pembangunan infrastruktur yang cerdas mengikuti perilaku pengguna sehari-hari. Ini adalah resep yang kini dipelajari banyak negara.

Kota Ini Jadi Kiblat Mobil Listrik Dunia Kok Bisa
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Semuanya bermula dari pengamatan sederhana tim riset SAIC-GM-Wuling SGMW di persimpangan jalan Liuzhou. Mereka menemukan fakta mengejutkan lebih dari 90 persen kendaraan hanya mengangkut satu atau dua orang saja. Temuan krusial ini kemudian melahirkan gagasan revolusioner micro EV yang murah ringkas dan sangat efisien menjawab kebutuhan mobilitas perkotaan.

Sebelum Wuling Hongguang Mini EV yang kini mendunia lahir Liuzhou sudah menjadi arena pengujian kendaraan listrik canggih melalui model Baojun E100. Pada tahun 2017 pemerintah kota bersama SGMW menggelar uji coba masif selama 10 bulan. Sebanyak 2.111 unit Baojun E100 dipinjamkan gratis kepada lebih dari 15.000 warga. Program serupa sebelumnya juga melibatkan sekitar 10.000 unit yang digunakan oleh Aparatur Sipil Negara dan masyarakat umum selama 3 hingga 6 bulan. Investasi untuk program ini mencapai angka fantastis 600-700 juta yuan setara Rp1,53 triliun hingga Rp1,79 triliun.

Hasilnya sungguh memuaskan. Lebih dari 13.000 masukan berharga diterima yang kemudian digunakan untuk menyempurnakan kendaraan dan merumuskan kebijakan EV yang lebih baik. Tak tanggung-tanggung sekitar 70 persen peserta uji coba akhirnya memutuskan untuk membeli mobil listrik tersebut membuktikan daya tarik konsep ini.

Pemerintah Liuzhou juga tak ragu melibatkan warga dalam setiap langkah pembangunan ekosistem EV. Mereka mengajak masyarakat untuk aktif mencari lokasi parkir baru yang didedikasikan khusus untuk micro EV. Setiap usulan yang masuk diberi apresiasi 200 yuan sekitar Rp510.600 dan lokasi yang benar-benar dibangun akan mendapatkan hadiah tambahan 500 yuan atau sekitar Rp1,28 juta. Ini adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi warga dan pemerintah bisa menciptakan ekosistem EV yang adaptif dan berkelanjutan menjadikan Liuzhou sebagai contoh global.

Related Post