wartakini.id – Siapa sangka kotoran ternak yang selama ini dipandang sebelah mata kini menjelma menjadi ladang rezeki baru yang menggiurkan. Di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta masyarakat berhasil menyulap limbah peternakan menjadi sumber pendapatan menjanjikan sekaligus solusi ramah lingkungan.
Baca Juga
Inovasi brilian ini digagas oleh Kelompok Tani di Kalurahan Gombang dan Karangasem Kepanewon Ponjong Gunungkidul. Mereka sukses mentransformasi limbah ternak yang melimpah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Hingga pertengahan tahun ini kedua kelompok tersebut telah memproduksi sekitar 14 ton pupuk organik. Angka ini setara dengan potensi cuan hingga Rp154 juta. Masing-masing kelompok pun merasakan tambahan pendapatan sebesar Rp77 juta. Tak hanya itu warga juga menikmati penghematan biaya pembelian pupuk hingga Rp756 juta.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengungkapkan pengembangan pupuk organik ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam membangun Desa Berdaya Energi. Program ini bertujuan menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Mamit menegaskan PLN EPI mengajak masyarakat untuk mengubah limbah menjadi sumber daya berharga. Pendekatan ini tidak hanya mengatrol kesejahteraan warga tetapi juga mengukuhkan praktik ekonomi sirkular yang menyeimbangkan aspek ekonomi sosial dan lingkungan.
Menurut Mamit program ini dirancang agar setiap aktivitas terintegrasi dalam putaran yang tak terputus. Limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik. Pupuk tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman multifungsi seperti Indigofera Kaliandra dan Jatiputih. Daun dari tanaman-tanaman ini pada gilirannya kembali digunakan sebagai pakan ternak.
Siklus mandiri ini terbukti mampu memacu produktivitas usaha masyarakat secara signifikan. Selain itu juga efektif memangkas jumlah limbah sembari mengatrol hasil pertanian dan peternakan. Capaian luar biasa ini menjadi demonstrasi nyata bahwa pengelolaan kotoran ternak bisa berkembang menjadi mesin uang yang produktif. Sebuah kisah sukses yang menopang ekonomi berputar dan pertanian lestari melalui Program Desa Berdaya Energi inisiasi PT PLN Energi Primer Indonesia sejak tahun 2024.





































