Wartakini.id, Jakarta – Program Magang Nasional 2025 yang menawarkan gaji setara Upah Minimum Regional (UMR) menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja. Namun, sayangnya, kesempatan emas ini tidak terbuka bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Related Post
Program magang ini secara khusus dirancang untuk para lulusan baru dari perguruan tinggi. Hal ini ditegaskan melalui persyaratan peserta yang harus dipenuhi, antara lain:

- Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Lulusan program pendidikan Diploma atau Sarjana maksimal 1 tahun sebelum mendaftar, terhitung sejak tanggal ijazah.
- Berasal dari Perguruan Tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Wartakini.id mencatat bahwa calon peserta yang lolos validasi persyaratan akan mengikuti proses rekrutmen oleh penyelenggara magang. Dengan demikian, lulusan SMA/SMK secara tegas tidak memenuhi kriteria untuk mengikuti Program Magang Nasional 2025 bergaji UMR ini.
Kementerian Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa program pelatihan kerja ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian lulusan perguruan tinggi di industri. Pelatihan dilakukan di bawah bimbingan mentor atau pekerja yang ahli dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan.
Perusahaan yang berpartisipasi dalam program ini harus memenuhi persyaratan tertentu, yaitu:
a. Setiap bentuk usaha berbadan hukum atau tidak, milik perorangan, persekutuan, atau badan hukum, baik swasta maupun negara, yang mempekerjakan pekerja dengan upah atau imbalan.
b. Usaha sosial dan usaha lain yang memiliki pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan upah atau imbalan.
Dengan demikian, wartakini.id menyimpulkan bahwa Program Magang Nasional 2025 merupakan peluang berharga bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengembangkan diri dan mendapatkan pengalaman kerja dengan gaji UMR, namun belum dapat diakses oleh lulusan SMA/SMK.










Tinggalkan komentar