wartakini.id – Sebuah gebrakan mengejutkan datang dari Korea Selatan. Alih-alih fokus penuh pada kendaraan listrik Negeri Ginseng kini justru memalingkan perhatiannya pada teknologi hidrogen terutama untuk sektor transportasi komersial berat. Fenomena ini bukan hanya tren lokal namun juga menjadi sorotan global seiring dengan meningkatnya pengembangan bus dan truk bertenaga sel bahan bakar hidrogen oleh raksasa otomotif dunia seperti Hyundai Motor Toyota dan Daimler Trucks.
Baca Juga
Langkah berani ini dibuktikan dengan komitmen kuat dari Sunjin Group salah satu operator bus terbesar di Korea Selatan. Perusahaan yang saat ini mengelola sekitar 1.700 unit bus ini memproyeksikan untuk mengoperasikan 480 bus hidrogen pada tahun 2032. Tak hanya itu Sunjin juga berencana mentransformasi depo CNG miliknya di Gimpo dan Paju menjadi stasiun pengisian hidrogen modern demi mendukung armada ramah lingkungan ini.

Hyundai Motor sebagai pionir industri otomotif Korea Selatan berada di garis depan gerakan ini. Pada pertengahan September lalu Hyundai mengumumkan kesepakatan strategis dengan Sunjin Group Hynet serta Asosiasi Lingkungan Otomotif Korea. Kemitraan ini bertujuan menggenjot pasokan kendaraan hidrogen sekaligus memperkuat infrastruktur pengisian bahan bakar yang krusial. Hyundai juga aktif bersinergi dengan berbagai perusahaan transportasi besar lainnya untuk memperluas jangkauan bus hidrogen mereka.
Keberhasilan teknologi hidrogen telah terbukti di kancah internasional. Hingga Juli 2025 sebanyak 175 unit truk hidrogen Xcient buatan Hyundai yang beroperasi di lima negara Eropa telah menempuh jarak kumulatif fantastis mencapai 218 juta kilometer. Angka ini menjadi bukti nyata efisiensi dan keandalan kendaraan hidrogen untuk kebutuhan transportasi jarak jauh dan angkutan berat. Korea Selatan kini menunjukkan arah baru dalam revolusi transportasi global menempatkan hidrogen sebagai bintang utama masa depan mobilitas berkelanjutan.





































