wartakini.id – Dunia energi global tengah menyoroti dominasi Saudi Aramco yang memegang predikat sebagai perusahaan minyak dan gas terintegrasi paling besar di muka bumi. Dengan catatan pendapatan yang fantastis mencapai angka US$461,56 miliar, posisi perusahaan asal Arab Saudi ini memang tak tertandingi dalam industri energi dunia.
Baca Juga
Namun, di balik kekuatan finansialnya yang luar biasa, muncul pertanyaan besar mengenai siapa sebenarnya sosok di balik kendali perusahaan raksasa ini. Berdasarkan data terbaru, kendali utama Saudi Aramco berada di tangan Pemerintah Arab Saudi. Negara tersebut memegang kendali mutlak dengan menguasai lebih dari 98 persen saham perusahaan.

Secara teknis, pengelolaan aset negara yang sangat masif ini dilakukan melalui tangan dingin Putra Mahkota Mohammed bin Salman atau yang lebih dikenal dengan sebutan MBS. Beliau mengelola kepemilikan tersebut melalui instrumen Dana Investasi Publik atau Public Investment Fund (PIF) milik Arab Saudi.
Meskipun pemerintah memegang kendali penuh, Saudi Aramco tidak sepenuhnya tertutup. Sejak melakukan aksi korporasi pada tahun 2019, perusahaan ini telah melepas sebagian kecil sahamnya ke pasar publik melalui bursa saham Tadawul. Meski demikian, porsi saham yang dilepas ke publik hanya berkisar antara 1,5 hingga 2 persen saja, sehingga kedaulatan negara atas perusahaan energi paling berkuasa di dunia ini tetap terjaga dengan sangat kuat.





































