wartakini.id – Pasar kendaraan listrik (EV) global membuka tahun 2026 dengan capaian penjualan sekitar 1,2 juta unit pada bulan Januari. Namun, angka yang terkesan masif ini ternyata menyembunyikan tren perlambatan yang signifikan, terutama jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Data terbaru dari perusahaan riset rantai pasokan EV, Benchmark Mineral Intelligence, menyoroti adanya penurunan kinerja secara keseluruhan, yang sebagian besar dipicu oleh lesunya pasar di Tiongkok.

Related Post
Secara global, penjualan EV tercatat mengalami koreksi sekitar 3 persen dibandingkan Januari 2025. Penurunan yang lebih drastis terlihat secara bulanan, anjlok 44 persen dari Desember 2025. Perlambatan ini menjadi perhatian utama para pelaku industri, dengan Tiongkok sebagai pasar terbesar yang menjadi episentrum penurunan. Menariknya, di tengah kelesuan global, pasar Eropa justru menunjukkan momentum positif yang kuat, menjadi penyeimbang di tengah dinamika pasar yang bergejolak.

Dinamika Regional yang Beragam: Siapa Unggul, Siapa Terpuruk?
Analisis lebih dalam dari data Januari 2026 menunjukkan gambaran yang bervariasi di berbagai wilayah:
- Tiongkok: Sebagai lokomotif pasar EV dunia, Tiongkok mencatat penurunan yang paling mencolok. Penjualan di negara tersebut merosot 20 persen secara tahunan dan anjlok 55 persen secara bulanan, dengan total 0,60 juta unit. Kontraksi ini menjadi faktor utama yang menyeret turun angka penjualan global.
- Eropa: Berbeda jauh dengan Tiongkok, pasar Eropa justru menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Penjualan EV di benua biru mencapai 0,32 juta unit, melonjak 24 persen dibandingkan Januari 2025. Meskipun demikian, wilayah ini juga mengalami koreksi 33 persen secara bulanan.
- Amerika Utara: Wilayah ini juga tidak luput dari perlambatan, dengan penjualan turun 33 persen secara tahunan dan 27 persen secara bulanan, hanya mencapai 0,09 juta unit.
- Seluruh Dunia (RoW): Di luar tiga pasar utama tersebut, wilayah lain menunjukkan kejutan positif. Penjualan di kategori "Seluruh Dunia" melonjak drastis hingga 92 persen secara tahunan, mencapai 0,19 juta unit, meskipun stabil secara bulanan.
Gambaran ini menyoroti kompleksitas pasar EV global yang kini mulai menunjukkan dinamika regional yang sangat bervariasi. Sementara beberapa pasar besar mengalami koreksi dan penyesuaian, wilayah lain justru menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan, menandakan fase baru dalam adopsi kendaraan listrik di seluruh dunia.










Tinggalkan komentar