Pajak Baterai Lithium Guncang Industri EV China

Author Image

Masih Lionel

26 September 2026, 09:06 WIB

wartakini.id – Sebuah drama baru tengah melanda jantung industri kendaraan listrik Tiongkok. Para raksasa produsen mobil listrik dan pemasok baterai kini terlibat dalam perdebatan sengit. Pemicunya adalah keputusan Beijing untuk kembali memberlakukan pajak cukai pada baterai lithium-ion setelah 11 tahun kebijakan bebas pajak.

Kebijakan yang dicabut ini membuat tarif 2% mulai berlaku sejak 1 September lalu, dan diperkirakan akan melonjak menjadi 4% setahun kemudian. Langkah ini sontak memicu ketegangan di seluruh rantai pasok kendaraan listrik yang selama ini menjadi tulang punggung ambisi Tiongkok di pasar global.

Pajak Baterai Lithium Guncang Industri EV China
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Di satu sisi, produsen baterai, seperti EVE Energy yang merupakan pemain besar kelima dunia, bersikeras untuk membebankan biaya tambahan ini kepada konsumen mereka. Mereka telah mengumumkan penambahan pajak 2% untuk setiap pesanan domestik yang dikirimkan mulai awal September.

Namun, langkah ini mendapat penolakan keras dari pabrikan kendaraan listrik. Mereka berargumen bahwa keuntungan mereka sudah tertekan hebat. Permintaan domestik yang lesu, pemangkasan subsidi pemerintah, serta persaingan harga yang brutal di pasar membuat mereka kesulitan menanggung beban pajak baru ini. Menerima pajak penuh akan mengikis margin keuntungan yang sudah tipis, sementara menaikkan harga jual produk berisiko membuat mobil mereka kalah saing.

Alhasil, para produsen kendaraan listrik mendesak agar pemasok baterai ikut menanggung sebagian dari beban pajak tersebut, bukan melimpahkannya sepenuhnya. Negosiasi alot ini mencerminkan tekanan biaya yang meluas dan mendalam di seluruh ekosistem kendaraan listrik Tiongkok.

Para pengamat industri menyoroti bahwa baterai adalah komponen paling vital dan mahal dalam sebuah kendaraan listrik. Oleh karena itu, kenaikan biaya sekecil 2% saja dapat secara signifikan menggerus margin keuntungan, baik bagi produsen baterai maupun pabrikan mobil, memperparah kondisi pasar yang sudah sangat kompetitif.

Related Post