Penjualan Melejit Tapi Pabrik Chery Masih Misteri

Author Image

Masih Lionel

27 Oktober 2026, 21:06 WIB

wartakini.id – Fenomena unik tengah menyelimuti pasar otomotif tanah air di mana merek Chery mencatatkan lonjakan penjualan yang sangat fantastis namun keberadaan pabrik produksinya masih menjadi tanda tanya besar. Meski permintaan kendaraan mereka meroket tajam dalam dua tahun terakhir janji untuk membangun fasilitas manufaktur di Indonesia seolah terus tertunda dan belum menemui titik terang.

Data menunjukkan bahwa grup otomotif yang menaungi Omoda dan Jaecoo ini tengah merajai jalanan Indonesia. Berdasarkan catatan Gaikindo angka penjualan ritel mereka melonjak drastis dari hanya 3.952 unit pada 2023 menjadi 19.485 unit pada 2025. Bahkan sepanjang periode Januari hingga September 2026 total distribusi unit mereka mencapai 35.547 unit yang secara mengejutkan berhasil melampaui angka penjualan Honda di pasar nasional.

Penjualan Melejit Tapi Pabrik Chery Masih Misteri
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Kesuksesan besar ini didorong oleh dominasi Jaecoo J5 EV yang sukses menyabet gelar mobil listrik terlaris di Indonesia dengan distribusi mencapai 26.635 unit. Model ini berhasil mengungguli kompetitor kuat seperti BYD Atto 1 berkat harga yang kompetitif di kisaran 249 hingga 299 juta rupiah. Namun di balik gemerlap angka penjualan tersebut terdapat kontradiksi yang mencolok pada merek utama Chery sendiri yang justru mengalami penurunan pangsa pasar secara signifikan.

Wakil Presiden Eksekutif Chery Zhang Guibing sebelumnya menyatakan ambisi besar untuk melokalkan produksi guna menciptakan lapangan kerja dan menyerap teknologi lokal. Namun realita di lapangan menunjukkan bahwa target pembangunan pabrik terus mengalami pergeseran waktu. Semula pada ajang IIMS 2022 manajemen menjanjikan pabrik akan beroperasi pada 2024 namun target tersebut terus mundur hingga kini diproyeksikan baru rampung pada 2027 dengan kapasitas produksi 100.000 unit per tahun.

Hingga memasuki Agustus 2026 lokasi pasti pembangunan pabrik yang dijanjikan tersebut bahkan belum juga diumumkan secara resmi kepada publik. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengamat otomotif mengenai komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung industri manufaktur di Indonesia di tengah tren penjualan yang sedang berada di puncak kejayaan.

Related Post