Wartakini.id, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) semakin serius menggarap bisnis Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai sumber pendapatan baru. Langkah ini diambil seiring dengan menurunnya ketersediaan gas pipa. Sejak Mei 2024, PGN telah menyalurkan sekitar 3 kargo LNG, yang dinilai memberikan dampak positif terhadap optimalisasi penyaluran gas.

Related Post
Direktur Keuangan PGN, Fadjar Harianto Widodo, mengungkapkan bahwa hingga semester pertama 2025, perusahaan telah menyalurkan 5 kargo LNG. Pada tahun 2024, penyaluran LNG berkontribusi sebesar 3% dari total volume gas bumi yang disalurkan ke seluruh pelanggan. "Di tahun 2025, kami berharap dapat menyalurkan LNG lebih dari 10% dari total volume penyaluran gas," ujar Fadjar di Jakarta, Minggu (27/7/2025).

Fadjar menambahkan, target penyaluran LNG hingga 15% dari total penyaluran gas bumi menunjukkan komitmen PGN untuk mendukung pasar yang selama ini bergantung pada pasokan gas pipa. PGN juga berupaya untuk merealisasikan LNG dengan harga yang kompetitif.
Selain LNG, PGN juga mencatatkan kinerja positif dalam transmisi gas bumi. Pada tahun 2024, perusahaan berhasil mentransmisikan gas bumi sebesar 1.543 MMSCFD. Peningkatan ini didukung oleh naiknya produksi dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) dan beroperasinya Pipa Senipah – Balikpapan, yang berdampak positif pada pendapatan perusahaan.
Pemanfaatan Terminal Usage Agreement (TUA) di FSRU Lampung juga menunjukkan peningkatan, mencapai 72 BBTUD pada tahun 2024. "Jika melihat tren dari tahun ke tahun, volume TUA di FSRU Lampung terus meningkat. Hal ini sejalan dengan penurunan ketersediaan pasokan gas pipa. PLN juga memanfaatkan FSRU Lampung, sehingga memberikan nilai tambah bagi pendapatan PGN sekaligus memberikan layanan kepada PLN," jelas Fadjar.










Tinggalkan komentar