wartakini.id – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menguak fakta mengejutkan tentang ketahanan ekonomi Indonesia yang tak tergoyahkan di mata dunia. Ia membeberkan hasil penilaian dua lembaga pemeringkat global terkemuka Standard & Poor’s serta China Lianhe Rating yang secara gamblang menunjukkan fundamental ekonomi Tanah Air tetap kokoh di tengah gejolak global.
Baca Juga
Dalam pidatonya di hadapan anggota dewan terhormat di Kompleks Parlemen Jakarta, Prabowo menyoroti laporan S&P pada 13 Juli 2026. Lembaga tersebut dengan tegas mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil. Ini bukan sekadar angka biasa melainkan sebuah pengakuan internasional bahwa Indonesia masih berada dalam kategori layak investasi sebuah sinyal kuat bagi para investor global.

"Ini adalah bukti nyata bagaimana dunia mengakui kekuatan fundamental perekonomian kita. Indonesia tetap menjadi magnet investasi yang menjanjikan" tegas Prabowo mengutip pandangan S&P yang bukan berasal dari pemerintah sendiri.
S&P tidak hanya sekadar memberikan peringkat. Mereka juga memuji prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai sangat tangguh. Kebijakan makroekonomi yang dijalankan pemerintah dianggap sangat hati-hati dan terukur. Tak hanya itu beban utang negara juga dinilai relatif bijaksana dan berkelanjutan jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki kondisi serupa.
Secara khusus lembaga pemeringkat global itu juga memberikan apresiasi terhadap langkah strategis pemerintah dalam memusatkan pengelolaan sumber daya alam. Upaya menutup celah penyelewengan di sektor sumber daya dan mineral dianggap sebagai terobosan yang berpotensi melambungkan penerimaan negara sekaligus mendongkrak devisa ekspor.
Tak berhenti di situ S&P juga menyoroti peran vital Danantara dan potensi besar PT Danantara Sumber Daya Indonesia DSI. Keduanya dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam memberantas praktik culas seperti under-invoicing dan transfer pricing yang tak lain adalah bentuk-bentuk penipuan merugikan negara. Ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menciptakan iklim bisnis yang bersih dan transparan.





































