Wartakini.id – Antrean panjang memadati sejumlah kantor pos di Indonesia. Penyebabnya? Pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 sebesar Rp600.000 yang dimulai sejak 3 Juli lalu. Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat, misalnya, sejak pagi dipenuhi para pekerja yang ingin segera mendapatkan bantuan tersebut.

Related Post
Salah satu petugas kantor pos di Cikini membenarkan hal tersebut. "Bagi yang sudah terima barcode, BSU langsung cair," ujarnya pada Senin (7/7/2025). Layanan pencairan BSU di kantor pos Cikini beroperasi Senin hingga Sabtu, pukul 15.00 WIB. Proses pencairan berlangsung hingga 15 Juli 2025.

Untuk mendapatkan BSU, pekerja wajib membawa e-KTP asli dan kartu BPJS Ketenagakerjaan, beserta fotokopinya. Penting diingat, pencairan BSU tidak dapat diwakilkan dan bisa dilakukan di seluruh kantor pos Indonesia.
Petugas mengingatkan agar calon penerima BSU memastikan terlebih dahulu status kepesertaannya melalui aplikasi Pospay. "Banyak data yang tidak ditemukan ketika dicek di Pospay. Menunggu pencairan selanjutnya atau cek rekening Himbara secara berkala," imbau petugas tersebut. Beberapa pekerja menerima notifikasi "Saat ini NIK Anda belum terdaftar sebagai penerima BSU 2025 melalui PosIND, silakan cek secara berkala" saat mengecek aplikasi Pospay.
Berikut cara mengecek status penerima BSU 2025 melalui Pospay:
- Unduh aplikasi Pospay di Playstore atau Appstore.
- Pada halaman login, klik ikon "i" di pojok kanan bawah, lalu pilih ikon Bantuan Sosial.
- Pilih Bantuan Subsidi Upah 2025. Masukkan NIK untuk mengecek status.
- Jika terdaftar, foto KTP dan isi formulir sesuai data KTP.
- Klik "Lihat Syarat dan Ketentuan", setujui pemrosesan data pribadi, lalu lanjutkan.
- QR Code untuk verifikasi dan pengambilan bantuan di kantor pos akan muncul.
Wartakini.id mengimbau kepada seluruh pekerja untuk mengecek status penerima BSU melalui Pospay sebelum datang ke kantor pos guna menghindari antrean panjang dan kekecewaan.










Tinggalkan komentar